Gempur Ukraina, Presiden Putin Ultimatum AS dan Negara Barat (NATO) untuk Tidak Masuk ke Laut Hitam

Putin membuat pernyataan itu saat hubungan dengan Amerika Serikat dan Eropa berada di bawah tekanan akut atas Ukraina dan kesehatan pemimpin oposisi

Editor: AbdiTumanggor
IST/AFP/NIKOLSKY
Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan negara-negara Barat (NATO) untuk tidak melewati "garis merah" Rusia.

Jika dilanggar maka Moskow akan menanggapi dengan cepat dan kasar setiap provokasi.

Yakni, dengan cara yang akan memaksa negara-negara Barat menyesali tindakan mereka.

Putin membuat pernyataan itu saat hubungan dengan Amerika Serikat dan Eropa berada di bawah tekanan akut atas Ukraina dan kesehatan pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny yang dipenjara.

"Kami menginginkan hubungan baik dan benar-benar tidak ingin merusak jembatan," kata Putin dalam pidato kenegaraan tahunannya kepada kedua majelis parlemen, Rabu (21/4/2021), seperti dikutip Reuters.

"Tetapi, jika seseorang salah mengartikan niat baik kami sebagai ketidakpedulian atau kelemahan dan berniat untuk membakar atau bahkan meledakkan jembatan ini, mereka harus tahu bahwa tanggapan Rusia akan asimetris, cepat, dan kasar," tegasnya.

Menurut Putin, Rusia akan menentukan di mana garis merahnya berada dalam setiap kasus tertentu.

Pernyataan Putin tersebut muncul pada klimaks dari pidato selama 78 menit yang didominasi oleh respons Rusia terhadap pandemi Covid-19 yang mengakibatkan kesulitan ekonomi.

Kini Rusia mengerahkan lebih dari 120.000 pasukan militer

Kini, Rusia telah mengerahkan lebih dari 120.000 hingga 150.000 tentara di perbatasan Ukraina.

Hal itu dikatakan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba.

"Pasukan Rusia terus tiba di dekat perbatasan kami di Timur Laut, di Timur, dan di Selatan," kata Kuleba pada konferensi pers online dengan media internasional, Selasa (20 April), seperti dikutip Reuters. 

"Dalam sekitar satu minggu, mereka (Rusia) diperkirakan akan mencapai pasukan gabungan lebih dari 120.000 hingga 150.000 tentara," ujarnya.

"Ini tidak berarti mereka akan berhenti membangun pasukan pada jumlah itu".

Juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat John Kirby menyatakan, peningkatan militer Moskow di perbatasan Ukraina lebih besar dari 2014, ketika Rusia menginvasi Krimea.

Sumber: Kontan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved