MALAYSIA Heboh, Viral Video Situs Judi Online Tawarkan 'Uang Lebaran', Ini Pengakuan Pemeran Utama

MALAYSIA Heboh, Viral Video Situs Judi Online Tawarkan 'Uang Lebaran', Ini Pengakuan Pemeran Utama

Editor: Tariden Turnip
facebook
MALAYSIA Heboh, Viral Video Situs Judi Online Tawarkan 'Uang Lebaran', Ini Pengakuan Pemeran Utama . Layar tangkap video situs judi promosikan Uang Lebaran berjudul: Cuci semua kemudian beraya (berlebaran) 

TRIBUN-MEDAN.COM - Di tengah Ramadan 1442 H, publik Malaysia dihebohkan kemunculan video berisi ajakan main judi online untuk mendapatkan uang Lebaran yang diberi judul: Cuci semua kemudian beraya (berlebaran).

Video berdurasI 2 menit 1 detik itu diiringi lagu Lebaran yang liriknya diubah untuk mempromosikan situs judi online dan mengajak orang berjudi untuk mendapatkan duit Lebaran.

Ada lima pemain dalam video tersebut yakni tiga pria dan dua wanita.

Pemeran utama adalah bintang iklan yang dikenali dengan nama Saiful.

Iklan hari raya situs perjudian online dianggap penghinaan terhadap umat Islam karena Lebaran adalah hari kemenangan buat umat Islam setelah melaksanakan Puasa Ramadan.

Presiden Persatuan Pengguna Melayu Malaysia (PPMM) Che Hassan Che Johan mengatakan pihaknya mengetahui video dari grup WhatsApp sejak Kamis 15 April 2021.

"Saya diberitahu iklan itu berkaitan dengan kasino secara online yang sudah dipromosikan sebelum ini.

"Ini sudah pasti mengundang sensitifitas umat Islam karena kita sedang berpuasa di bulan Ramadan dan disajikan iklan yang bertentangan dengan agama," katanya.

Jumat 16 April 2021 malam, Kepala Polisi Daerah Dang Wangi Asisten Komisioner Mohamad Zainal Abdullah memastikan semua pemain dalam video itu ditahan.

Layar tangkap video situs judi promosikan uang Lebaran dalam video berjudul: Cuci semua kemudian beraya
Layar tangkap video situs judi promosikan uang Lebaran dalam video berjudul: Cuci semua kemudian beraya (facebook)

Tanpa menjelaskan secara rinci waktu penahanan tersangka, Mohamad Zainal mengatakan semua tersangka akan ditahan untuk kepentingan penyidikan.

“Semua pemain dalam video promosi judi online itu sudah ditangkap polisi.

“Esok kita akan reman (ajukan izin penahanan ke pengadilan) mereka,” katanya.

Mohamad Zainal menambah, mereka kini ditahan di sel Kepolisian Dang Wangi.

Jumat petang, Wakil Kepala Polisi Malaysia Datuk Seri Acryl Sani Abdullah mengatakan pihaknya sudah memulai penyidikan video viral tersebut.

“Isi konten video ini mendapati jelas melanggar undang-undang dan boleh menimbulkan keresahan masyarakat.''

“Penerbit dan pelakon akan dilacak dan dipanggil untuk diperiksa,” tegasnya.

Pengakuan Pemeran Utama

Namun Pengadilan Negeri Kuala Lumpur dikabarkan menolak permohonan polisi untuk menahan lima pemain dan produser video viral ini.

Menurut seorang pengacara pemain, Navin Punj dari Kantor Hukum Gabriel Susayan and Partners, mengatakan pengadilan beralasan bahwa semua pemain dalam video itu bukan pegawai atau pekerja situs judi online yang membuat video viral tersebutenaan.

''Kita telah janji dengan pihak polisi sekiranya dipanggil untuk membantu penyidikan, kita akan kerjasama,'' katanya.

Navin mengatakan semua tersangka akan dibebaskan oleh polisi hari ini.

Menurut Navin, kliennya tidak mengetahui apa-apa skrip ketika rekaman video itu dibuat.

“Semasa rekaman, mereka tidak tahu skip video itu apa. Tidak ada skrip video, tidak ada lagu dan muzik. Video diambil awal sebelum kejadian ini jadi viral. Sebab itu pengadilan menolak permohonan penahanan tapi kerjasama kita akan beri,” katanya lagi.

Katanya kliennya ditahan di Kantor Polisi Sentul ketika membuat laporan setelah video ini viral.

Saiful, pemeran utama dalam video ini, mengaku awalnya ditawari membintangi video musik lagu Lebaran.

Namun Saiful mulai sangsi setelah diminta menyanyi sesuai lirik yang diubah.

"Ini pertama kali saya mendapat tawaran untuk tampil dalam video musik. Awal, saya terima tawaran untuk membintangi video musik hari raya.

"Ada benda yang tak jelas di situ karena sebelum saya masuk ke lokasi penggambaran pada 13 Maret 2021, saya dipahamkan bahawa saya adalah pemeran pembantu. Namun, sutradara  datang bertemu saya dan memberitahu bahwa saya pemeran utama.

"Ketika di lokasi, saya sudah selesaikan 70 persen adegan saya. Kami kemudiannya diminta menyanyikan lagu dan diberi lirik. Tapi, liriknya ditulis, diletakkan di sebelah kamera dan kami hanya 'lip sync'. Saat berlangsung  kami rasa ada yang tak kena dan akan beri dampak pada negara kita.

"Kami coba menjadi profesional. Sudah 70 persen proses berjalan, gak mungkin kami hentikan pihak produksi. Jadi, kami 'follow the flow'," katanya.

Saiful meminta maaf atas kekhilafan yang terjadi.

"Paling parah adalah saat kami diminta menyebut nama (nama situs judi online) itu dan mengucapkan ucapan selamat hari raya. Kami merasa sangat tak puas hati dan sangat teruk.

"Saya rasa sangat bersalah. Saya nak minta maaf karena tak meneliti tawaran itu. Ini adalah kesilapan terbesar saya.

"Saya tak ada tanda tangan apa-apa kontrak. Saya terima tawaran ini karena disebutkan sebagai video musik.

"Pihak polisi sedang memeriksa pemain dan produksi untuk menyidik kasus  ini. Saya dan rekan-rekan saya ingin tampil ke publik dan ingin memberi penjelasan," katanya.

(harian metro/malaysiagazette)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved