Hindari Anak-anak Main Petasan, Masjid Raya Al Hidayah Gelar Tadarusan
Pengurus Masjid raya Al Hidayah mengajak kelompok remaja dan anak muda untuk tadarusan ketimbang main petasan
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN--Tiap Ramadan tiba, Masjid Raya Al Hidayah di Jalan Letda Sujono, Kelurahan Bandar Selamat, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan, selalu mengadakan kegiatan tadarusan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memupuk sikap anak-anak dan remaja sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak berusia 10 hingga 13 tahun tidak hanya membaca Al-Qur’an secara bergilir.
Anak-anak ini juga memperoleh bimbingan dari seorang guru mengaji yang difasilitasi oleh BKM untuk membimbing mereka agar fasih membaca Al-Qur’an.
Baca juga: Meriahkan Ramadan, Pertuni Sumut Membacakan Ayat-ayat Suci Alquran Memakai Kitab Al Quran Braille
“Mereka ini disamping datang kemari tadarusan, lantas kita bina daripada anak-anak ini ribut, jalan kesana-sini, main-main petasan,"
"Kalau sudah masuk ke masjid ini kan tidak kami kasih keluar lagi. Mereka harus selesaikan tadarusan," kata Ketua BKM Masjid Raya Al-Hidayah, Muhammad Makrum Siregar, Sabtu (17/4/2021).
Makrum mengatakan, kegiatan tadarus di masjid dimulai sekira pukul 23.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB.
“Karena sudah kebiasaan kita adakan selama malam Ramadan, orang tua mereka mengizinkan. Karena mereka ini dibina, dididik dan diajari untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, jadi orang tuanya pun melihat kemari memang anak-anaknya terjaga maka mereka izinkan,” ujarnya.
Anak-anak yang mengikuti tadarusan ini berkisar 40 an orang setiap malamnya.
Baca juga: Apakah Ada Doa Khusus Khatam Al Quran di Bulan Ramadan? Ini Penjelasan Ustaz Wahid Ahmadi
Dari keseluruhan yang mengikuti tadarus, diberlakukan cara aplusan agar bisa terkontrol oleh guru mengajinya.
“Mereka ini aplusan, yang udah siap bisa menunggu di luar (masih dalam kawasan masjid) sambil menunggu gilirannya. Karena kalau sekaligus semua tidak tersimak sama gurunya,” tuturnya.
Sekitar pukul 00.30-01.00 WIB diadakan jeda.
Disaat itu pihak BKM menyediakan berbagai makanan dan minuman hangat, seperti teh, teh susu dan terkadang susu untuk disantab bersama.
Makanan yang tersedia merupakan pemberian dari masyarakat sekitar masjid, ada yang sudah diantar sejak sore dan ada pula yang diantar saat malam ketika hendak dimulainya tadarus.
Baca juga: Sambut Bulan Ramadan, Gramedia Kembali Gelar Program Wakaf Al Quran
Masjid Raya Al-Hidayah ini juga memperoleh satu kali pemberian dari Pemko Medan berupa 30 kg gula pasir, 30 kaleng susu kental manis dan bubuk teh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kegiatan-tadarusan.jpg)