News Video
Meriahkan Ramadan, Pertuni Sumut Membacakan Ayat-ayat Suci Alquran Memakai Kitab Al Quran Braille
Khairul juga mengatakan bahwa anggota Pertuni Sumut yang ikut serta untuk melaksanakan tadarus di Ramadan saat ini dilakukan secara bertahap.
Meriahkan Ramadan, Pertuni Sumut Membacakan Ayat-ayat Suci Alquran Memakai Kitab Al Quran Braille
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Dalam memeriahkan bulan suci Ramadan 1442 H, Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Sumatera Utara, melaksanakan tadarus atau membaca ayat suci Al Quran Braille setiap hari Kamis, di Jalan Sampul, Nomor 30, Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.
Ketua Pertuni Sumut, Khairul Batubara, menjelaskan bahwasanya tadarus tersebut tak hanya di lakukan anggota Pertuni Sumut di Kantor Sekertariat Pertuni Sumut saja. Melainkan, membaca Al Quran Braille di rumah masing-masing anggota Pertuni Sumut.
Khairul juga mengatakan bahwa anggota Pertuni Sumut yang ikut serta untuk melaksanakan tadarus di Ramadan saat ini dilakukan secara bertahap. Karena Ramadan saat ini masih maraknya wabah Pandemi Covid-19.
"Karena masih pandemi, jadi kami lakukan tadarusnya bertahap. Kalau hari ini, (15/4) kami lakukan dua tahap dan untuk kamis depan kami buat empat tahap. Satu tahapnya terdiri 20 hinga 30 anggota Pertuni untuk melaksakan tadarus," ujarnya.
Ia mengaku, hal tersebut dilakukan untuk mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Terutama menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan.
Selain itu, ia juga mengatakan bahwasanya ada 180 anggota Pertuni Sumut yang sudah mahir membaca ayat suci Al Quran Braille. Sambunya, terlatihnya 180 anggota Pertuni Sumut membaca Al Quran Braille, karena Pertuni Sumut memberikan program one day one jus kepada anggotanya.
"Jadi 48 anggota Pertuni Sumut membacakan satu jus ayat suci Al Quran Braille per harinya di sini secara bergantian. Namun, karena Covid-19 ini dilakukan seminggu sekali saja," ujarnya.
Kemudian, Khairul juga mengatakan bahwasanya Pertuni Sumut saat ini juga sedang kekurangan prasarana Kitab Al Quran Braille. Hal ini dikarenakan, sebagian Kitab Al Quran Braille huruf-hurufnya sudah mulai terhapus.
"Jadi terkadang anggota-anggota Pertuni Sumut yang ingin membaca ayat suci Al Quran, harus bergantian. Karena, kami memang benar-benar kekurangan prasarana Kitab Al Quran Braille," tuturnya.
Maka dari itu, Khairul juga sangat berharap kepada pihak manapun yang peduli terhadap tunanetra dapat memberikan bantuan Al Quran Braille.Agar, kaum tunanetra dapat membaca Al Quran Braille dengan baik, sebagaimana layaknya muslimim dan muslima.
Sementara itu, salah seorang anggota Pertuni Sumut, Retnita Yuliana Ratna, mengakui setiap tahunnya di bulan Ramadan 1442 H sejak tahun 2015, mengikuti tadarusan di Kantor Sekertariat Pertuni Sumut sejak tahun.
"Sudah 6 tahun lebih kurang saya mengikuti rutinitas tadarusan ini setiap bulan Ramadan. Bahkan, setiap hari juga saya ikuti program one day one jus yang diberikan Pertuni Sumut," tuturnya.
Retnita juga mengaku merasakan senang dan bangga mengikuti tadarusan dan program one day one jus. Karena, menurutnya selaku umat Muslim harus dan diwajibkan membacakan ayat-ayat suci Al Quran.
"Apalagi di bulan Ramadan, kita sebagai umat muslim diwajibkan membaca ayat ayat suci Al Quran. Jadi saya senang dan bangga bisa mengikuti ini setiap hari di bulan Ramadan dan di hari biasa juga," tuturnya.
Di Pertuni Sumut ini juga, tidak hanya diajari membaca Al Quran saja. Melainkan diajarkan ilmu agama dan diajarkan menafsirkan ayat ayat suci Al Quran."Bagi anggota Pertuni Sumut yang baru awal belajar membaca Al Quran, juga diajari di Pertuni Sumut. Bahkan untuk menafsiran ayat-ayatnya Al Quran juga diajari di sini," pungkasnya.
(cr22/tribun-medan.com)