Tourism Malaysia Medan Hadirkan Business To Business (B2B) Secara Online di Aceh

Tourism Malaysia Medan turut serta dalam event yang dirancang oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Aceh, Aceh Travel Mart (ATM) 2021.

Tribun Medan/HO
Photo bersama Gala Diner Tourism Malaysia Medan 

Tribun-Medan.com, Banda Aceh – Tourism Malaysia Medan turut serta dalam event yang dirancang oleh Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Aceh, Aceh Travel Mart (ATM) 2021 yang digelar di Hotel Hermes mulai tanggal 21 hingga 25 Maret 2021.

Konsul Pelancongan Malaysia atau Direktur Tourism Malaysia Medan, Hishamuddin Mustafa, dalam kata sambutannya, mengatakan, Aceh Travel Mart 2021 (ATM 2021) sebagai momentum kebangkitan industri pariwisata.

“Kita tidak boleh bertahan dengan hanya menunggu wabah ini benar-benar berakhir. Industri pariwisata harus segera bangkit. Kita lawan pandemi ini dengan disiplin diri mengikuti protokol kesehatan. #kitajagakita!,” ujarnya.

Diresmikan oleh Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, ATM 2021 mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata Indonesia, yang dihadiri oleh Deputy Pemasaran Kamenpekraf Indonesia, Nia Rosmiati.

Dalam pertemuan dengan keduanya, Hishamuddin mengusulkan agar Aceh diberikan laluan Reciprocal Green Lane (RGL) melihat ada banyak provinsi di Aceh yang tidak mempunyai kasus Covid-19 dalam kurun waktu 3 bulan ini.

Hishamuddin juga menyatakan bahwa pertemuan Tourism Malaysia dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia, Sandiaga Uno, belum lama ini mengenai Travel Corridor Arrangement antara Indonesia dan Malaysia adalah sebuah permulaan yang sangat baik apabila Langkawi dan Bali segera menjadi Hub bagi masuknya wisatawan antar kedua negara, beliau juga yakin tak lama setelah itu Kuala Lumpur-Jakarta, Medan-Kuala Lumpur akan segera wujud termasuk Aceh sebab telah mampu menekan laju wabah ini, untuk itu beliau memohon doa dan dukungan semua pihak agar hasil perbincangan kedua negara ini segera menjadi kenyataan.

ATM 2021 juga diisi dengan mengadakan Virtual Table Top, dengan menghadirkan 22 pemain industri pariwisata Malaysia, meliputi taman tema, hotel & resorts, hospital, agent perjalanan, dan produk-produk pelancongan lainnya. Ini merupakan table top virtual  pertama yang dikelola Tourism Malaysia untuk pasaran Indonesia. Tourism Malaysia Medan menggandeng Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) dalam penyediaan IT yang digunakan. 

Virtual table top ini menggunakan platform zoom, yang mana sellers dari Malaysia dibagi ke dalam 6 grup, seperti berikut :       

Group A

  1. Nasyrul Quran Putrajaya
  2. Berjaya Times Square Hotel Kuala Lumpur
  3. Desaru Coast Johor Bahru
  4. WSF Tour & Travel

Group B

  1. Sunway Lagoon
  2. Sunway City Hotel
  3. Sunway Medical Centre
  4. Asian Overland Tour & Travel

Group C

  1. Underwater World Langkawi
  2. Royal Penang Hotel
  3. KPJ Penang Speciallist Hospital
  4. Honeyzone Langkawi

Group D

  1. Austin Leisure Johor Bahru
  2. Mahkota & Regency Hospital Johor Bahru
  3. Hippo Tour & Travel
  4. Lotus Desaru Beach Resort

Group E

  1. Afamosa Melaka
  2. Lexis Hotel Group
  3. Pantai Hospital Penang

Group F

  1. Berjaya Hills Resorts Pahang
  2. Holiday Inn Johor Bahru City Centre
  3. Tourism Melaka

Para sellers dari Malaysia bertemu dengan 90 buyers dari Indonesia, dan bisa berkomunikasi  secara virtual (online) dalam waktu nyata (real time) selama 3 menit/buyer, sehingga lebih kurang menghabiskan waktu sekitar 2 jam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved