Viral Medsos
Terungkap Sosok Pria Berbaju Merah Aniaya Perawat RS Siloam, Berawal Buka Selang Infus Pasien
Dari video viral yang sudah beredar, disebut bahwa perawat tersebut sudah sujud-sujud minta maaf ke keluarga pasien berbaju merah.
TRIBUN-MEDAN.com - Akhirnya terungkap sosok pria berbaju merah, keluarga pasien yang menganiaya perawat Rumat Sakit Siloam. Dari video viral yang sudah beredar, disebut bahwa perawat tersebut sudah sujud-sujud minta maaf ke keluarga pasien berbaju merah.
Kasus perawat Rumah Sakit Siloam yang disiksa keluarga pasien kini sedang hangat diperbincangkan.
Atas kejadian ini, perawat wanita yang tinggal di kawasan Kecamatan Talang Kelapa itu sudah membuat laporan ke SPKT Polrestabes Palembang.
Perawat RS Siloam Palembang mengaku mendapatkan penganiayaan oleh terlapor.
Hingga dirinya mengalami memar dibagian mata dan bibir.
Setelah Christina Ramauli S melaporkan aksi pelaku, kali ini giliran sang teman Ardana Reswara Permatasari (31) yang juga melaporkan JT.
Ardana melaporkan kasus Pengerusakan sesuai UU No 1 tahun 1946 tentang pasal 406 KUHP.
Baca juga: KAI Batasi Pembelian Tiket hingga 30 April, Tunggu Perintah Resmi Kementerian
Baca juga: Pasar Murah Terbentur SE Gubernur, Khawatir Memicu Kerumunan
Isu beredar, keluarga pasien yang menganiaya perawat tersebut merupakan anggota kepolisian.
Ramai diperbincangkan dan banyak menyalahkan anggota kepolisian serta viral atas komehrar netizen. Polrestabes Palembang pun memberikan klarifikasi melalui akun resminya @polisi_palembang.
Kepolisian Polrestabes Palembang memberi klarifikasi, ia membantah kalau laki-laki baju merah yang diduga menganiaya perawat dalam video tersebut bukanlah anggota kepolisian.
"POLRESTABES PALEMBANG
asalammualaikum wr.wb
mohon izin kepada masyarakat kota Palembang mengenai Vidio yang sedang viral terjadi keributan di salah satu rumah sakit di kota palembang merupakan orang yang menggunakan baju warna merah bukan anggota kepolisian. sedangkan di dalam Vidio tersebut terdengar suara "saya anggota polisi," tulis akun Polisi_Palembang.
Akun tersebut pun menjelaskan kalau anggota kepolisian yang sebenarnya merupakan pria berbaju abu-abu.
"Yang merupakan anggota kepolisian adalah bapak-bapak yang menggunakan baju abu-abu dan celana pendek, bapak tersebut mencoba menengahi permasalahan yang terjadi pada saat itu,
di karenakan lokasi keributan berdekatan dengan kamar anggota polisi tersebut yang sedang menjaga istrinya lahiran. sehingga anggota polisi tersebut mencoba mendatangi lokasi keributan dan menengahi permasalahan yang terjadi.
.
untuk kelanjutannya telah di laporkan ke SPKT Polrestabes Palembang dan akan segera di tindak lanjuti oleh anggota Kepolisian Polrestabes Palembang.
.
demikianlah kami sampaikan informasi kepada masyarakat agar menjadi koreksi bersama
SALAM PRESISI," kata akun Polisi_Palembang menjelaskan.
Baca juga: Selalu Berpakaian Seksi dan Menggoda, Kini Jessica Iskandar Tampil Sopan, Riasan Wajahnya Natural
Baca juga: Seluruh Pemda di Sumut Gunakan Transaksi Elektronik, Paling Banyak untuk Belanja Pegawai
Akhirnya Pria Botak Berbaju Merah Penganiaya Perawat Ditangkap
Akhirnya pria berbaju merah penganiaya perawat di Rumah Sakit Siloam ditangkap jajaran Reskrim Polrestabes Palembang.
Aksinya menganiaya perawat RS Siloam bernama Christina Ramauli (27), warga Banyuasin, Palembang, bikin heboh media sosial dan viral.
Diketahui pria berbaju merah penganiaya perawat Christina Ramauli berinisial JT, dan dikabarkan telah diamankan oleh petugas kepolisian.
Baca juga: Ayu Ting Ting Terpesona Ketampanan Putra Sultan Bintaro, Pengin Jodohkan dengan Putrinya Bilqis
Pria berkepala pelontos ini diamankan di kawasan Kabupaten OKI.
Dari video yang beredar nampak, JT yang diduga sedang berada di rumahnya yang belum diketahui lokasi pastinya itu dijemput sejumlah pria yang diduga adalah petugas kepolisian.
Saat dijemput JT nampak tidak memberikan perlawanan.
Di dalam video tersebut, nampak seorang pria yang diduga polisi meminta JT untuk segera mengganti bajunya.
"Gantilah pakaian ya. Nggak apa-apa ya ya,"ujar Pria yang diduga anggota polisi tersebut.
Hingga akhir video, JT akhirnya masuk kedalam rumahnya, dan meminta petugas yang diperkirakan mencapai 10 orang tersebut untuk menunggunya di luar rumah.
Di depan rumah berukuran besar tersebut, tampak sejumlah warga berhamburan keluar.
Baca juga: Susi Pudjiastuti Kecam Video Lucinta Luna Berenang Bersama Lumba-lumba, Sebut Perbuatan Bodoh
Sempat viral di media elektronik massa dan media sosial aksi penganiyaan perawat di RS Siloam diduga oleh orangtua salah satu pasien yang di rawat disana, yakni Christina Ramauli S (27) warga Kelurahan Sukodadi, Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Kamis (15/41) sekitar pukul 13.40.
Jajaran Satreskrim Polrestabes Palembang dipimpin langsung Kasat Reskrim Kompol Tri Wahyudi bergerak cepat langsung menjemput diduga pelaku penganiayaan JT, Jumat (16/4/2021) sekira pukul 20.00.
Untuk proses penyelidikan pelaku saat ini sedang dimintai keterangannya oleh Satreskrim terkait dugaan penganiayaan yang dilakukannya tersebut.
"Kita masih dalami dan meminta keterangan, motif atau asal mula mengapa sampai terjadi insiden di rumah sakit," ungkap Tri.
Lanjutnya, untuk saat ini terlapor kooperatif dan bersedia memberikan keterangan kepada polisi.
HP Perawat Rusak
Diceritakannya, bahwa pada Kamis (15/4/2021) siang di RS Siloam Sriwijaya Palembang Jalan POM IX Kelurahan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang, tepatnya di lantai 6 di kamar pasien anak ada keributan antara perawat dengan keluarga pasien.
Kemudian, korban merekam dengan menggunakan handphone (HP) miliknya merek Vivo V15.
Namun saat merekam, oleh terlapor JT HP dirampasnya lalu kemudian dibanting kelantai hingga rusak.
"Saya sedang merekam aksi keributan antara pelaku dengan perawat, namun pelaku mendekat kemudian merampas HP saya dan membantingnya," kata korban saat melapor.
Hp yang rusak akibat di banting membuat korban mengalami kerugian sekitar Rp 3,1 juta.
"Saya minta keadilan dan melaporkan saja kejadian ini ke polisi. Supaya pelaku bertanggung jawab atas perbuatannya," ungkap Ardana.
Semenatara, Kasubbag Humas Polrestabes Palembang Kompol M Abdullah membenarkan sudah diterima laporan dari korban.
"Laporan sudah diterima di SPKT Polrestabes Palembang dan selanjutnya akan diteruskan ke Satreskrim untuk diproses," tutupnya. (Diw)
Baca juga: Curi Harta Mertua Rp 1 Miliar, Wanita Ini Foya-foya dengan Pria Lain dan Tinggal di Apartemen Mewah
Baca juga: Siapa Sebenarnya Pratu Lucky Matuan? Anggota TNI Dianggap Pengkhianat, Gabung KKB di Intan Jaya
Kronologi Kejadian
Kompol M Abdullah menjelaskan kronologi perawat RS Siloam Palembang dianiaya orangtua pasien.
Abdullah mengatakan, anak terlapor merupakan pasien di rumah sakit tersebut.
Karena terlapor tidak senang karena menganggap korban tidak benar saat melepaskan infus di tangan anak terlapor.
Selanjutnya, terlapor marah dan kemudian memanggil korban untuk mendatangi kamar dimana tempat anak terlapor dirawat.
Korban kemudian menemui terlapor bersama teman korban lainnya.
Setibanya di kamar tempat anak terlapor dirawat, teman-teman korban disuruh terlapor untuk keluar meninggalkan korban sendirian.
"Namun teman korban tidak mau keluar," ujar Kompol Abdullah saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (16/4/2021).
Kemudian terlapor menanyakan bagaimana korban melepaskan selang infus di tangan anaknya.
Belum sempat korban menjawab terlapor langsung memukul muka sebelah kiri korban menggunakan tangannya.
Teman korban yang melihat aksi itu mencoba melerai, namun terlapor langsung mendekati korban dan kembali memukul muka korban menggunakan tangan kanannya.
Melihat keributan makin menjadi petugas keamanan di TKP mencoba melerai.
"Korban kemudian di bawa keluar, namun terjadi tarik menarik antara terlapor dan saksi hingga terlapor menarik rambut korban," katanya.
Kemudian korban berhasil keluar dan selanjutnya korban di bawa ke ruang emergency.
Akibat kejadian tersebut korban mengalami memar dibagian mata sebelah kiri, sakit bagian bibir dan perut.
(*/ Tribun-Medan.com)
Artikel ini sudah tayang di Sriwijaya Post dengan judul: Pria Baju Merah yang Aniaya Perawat RS Siloam Terungkap, Polrestabes Palembang Pastikan Bukan Polisi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perawat-dipukul-keluarga-pasien.jpg)