Pemkab Simalungun Langsung Gerak Tertibkan KJA, Bupati Toba Poltak Sitorus Klaim Sudah Mulai Juga
Tanpa banyak gembar-gembor ke publik, Bupati Simalungun JR Saragih turun langsung memimpin operasi penertiban pada Rabu (14/4/2021) siang.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Juang Naibaho
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) sudah mulai dilakukan di kawasan Kabupaten Simalungun.
Tanpa banyak gembar-gembor ke publik, Bupati Simalungun JR Saragih turun langsung memimpin operasi penertiban pada Rabu (14/4/2021) siang.
Lebih seratusan KJA langsung dibersihkan dari perairan Danau Toba. Meski begitu, Pemkab Simalungun tak mengabaikan kebutuhan masyarakat. Pemkab memberikan kompensasi kepada pemilik KJA.
Terkait penertiban KJA, Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pendekatan kepada masyarakat.
Baca juga: Bupati JR Saragih Tertibkan Ratusan KJA di Parapat, Beri Kompensasi Rp 5 Juta ke Pemilik
Baca juga: Keramba Jaring Apung dan Galian C di Kawasan Danau Toba Ganggu Pariwisata yang Dicanangkan Jokowi
Menurut dia, pembersihan KJA telah dimulai Pemkab Toba dengan cara mengumpulkan masyarakat pemilik KJA di kawasan Balige dan Ajibata dan menyampaikan bahwa pembersihan akan segera dilakukan.
Saat ditanya terkait rencana pembersihan KJA tersebut, ia tidak menjelaskan secara rinci kapan eksekusi di lapangan.
Adapun sebelumnya, pada 1 April lalu, Bupati Toba Poltak Sitorus mendengungkan akan membersihkan KJA di perairan Danau Toba wilayah Balige dan Ajibata.
Namun, hingga dua pekan berselang, penertiban KJA yang mengganggu geliat pariwisata di Danau Toba, tak kunjung terelasisasi.
“Kita sudah mulai, dan ini sudah kita kerjakan dengan soft atau lembut. Kita sudah panggil yang di Balige dan Ajibata sudah kita panggil dan pada dasarnya sudah kooperatif. Mereka tidak keberatan, cuma kita harus persiapkan mereka dengan berpenghasilan yang lain dengan membuat pelatihan-pelatihan,” ucap Poltak saat disambangi Tribunmedan.id di Kantor Bupati, Kamis (15/4/2021).
Sebagai upaya untuk mengganti kesibukan para pemilik KJA, pihaknya akan membuat pelatihan keterampilan yang lain.
Bila pembersihan KJA sudah berlangsung, Poltak merasa yakin wisatawan akan semakin banyak yang datang pascapandemi.
“Apakah nanti kita buat keterampilan atau kerajinan. Yang jelas, kita harus bantu mereka, ketika nanti ini sudah clear, saya kira wisatawan akan banyak datang,” sambungnya.
Baca juga: Berjibaku di Tengah Kepulan Asap dan Api, Petugas Damkar Nyaris Tewas Kehabisan Nafas
Baca juga: Terlalu Over Protektif, Satpol PP, Polisi Hingga Paspampres di Balai Kota Medan Usir Wartawan
Masih seputar KJA, PT Aquafarm yang memiliki KJA di kawasan Ajibata, kata dia, telah berdialog dengan Menko Marvest Luhut Binsar Panjaitan.
“Ya itu, kita sudah rapatkan dengan Menko Marvest, sudah kita bicarakan, lalu pusat juga punya strategi bagaimana juga menyelesaikan itu,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hal yang membuat pihaknya sesegera mungkin membersihkan KJA di perairan Danau Toba agar produksi maksimal ikan sebanyak 10 ribu ton per tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bupati-toba-poltak-sitorus-1.jpg)