Ribuan Orang Antre Pencairan Dana Bantuan BPUM Rp 1,2 Juta, Begini Penjelasan Bank BNI Cabang Medan
eberapa kantor cabang BNI di Sumatera Utara dalam dua hari terakhir ramai dipadati masyarakat untuk mencairkan dana BPUM sebesar Rp 1,2 juta.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa kantor cabang BNI di Sumatera Utara dalam dua hari terakhir ramai dipadati masyarakat untuk mencairkan dana BPUM (program bantuan pelaku nasabah mikro) sebesar Rp 1,2 juta.
Berdasarkan amatan Tribun-medan.com, Bank BNI Cabang Medan, Jalan Pemuda Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Selasa (13/4/2021), nasabah turut antre di depan gerbang.
Beberapa masyarakat yang mengantre sebelumnya sempat mempertanyakan adanya pembatasan sehingga ada sejumlah orang yang tidak dapat rampung dalam satu hari.
Terkait hal ini, pegawai perwakilan pihak BNI Cabang Medan turut angkat bicara terkait adanya pembeludakan antrean di beberapa titik.
Ia mengatakan bahwa ada pembatasan karena kondisi covid yang memberlakukan protokol kesehatan dengan memperhatikan kondisi masing masing outlet.
"Kita kan tidak hanya melayani nasabah BPUM saja, terlebih saat ini lagi pandemi otomatis kita ada pembatasan, jadi ada aturan. Kemudian juga pembatasan ini kita lihat lagi bagaimana keadaan outlet. Untuk pembatasan kita ada kapasitas nasabah sesuai outletnya," ungkap pegawai tersebut.
Baca juga: Ratusan Ibu-ibu Dibubarkan Polisi saat Antre Bantuan Langsung Tunai di Bank BNI Lubuk Pakam
Baca juga: Kantor BNI Cabang Kisaran Digeruduk Ratusan Emak-emak, Polisi Sampai Blokade Jalan
Lanjutnya, pegawai BNI Cabang Medan mengaku sudah menginformasikan bahwa penyaluran dana bantuan tidak dapat dicairkan langsung lantaran harus ada persyaratan lain seperti surat pernyataan yang harus dilengkapi oleh nasabah penerima bantuan.
"Sebelum melakukan pencairan harus ada yang ditandatangani terlebih dahulu. Ketika sudah melakukan verifikasi dan tanda tangan ya sudah tinggal kita buka blokirnya. Kita harus memperhatikan datanya apakah sudah sesuai," ujarnya.
Baca juga: Hati-hati Mandi di Danau Toba, Anda Bisa Terserang Gatal-gatal
Baca juga: Polisi Tembak Kaki Pelaku Pembunuhan Pria yang Jasadnya Ditemukan di Kuburan China Delitua
Ia juga mengimbau kepada para penerima bantuan agar tidak khawatir dana bantuan tidak cair.
Kata dia, pihak BNI akan segera melakukan pencairan begitu data siap diverifikasi.
"Kita tidak bisa memastikan hari tertentu untuk pencairan, tapi secepatnya. Kalau sudah masuk ke ATM otomatis sudah dapat, namun ada persyaratan yang harus dilengkapi karena ada keterbatasan jam kerja ataupun petugasnya. Kalau masyarakat sudah datang ke outlet ya kita harap turut patuhi aturan yang ada di situ," tuturnya.
Baca juga: Kota Binjai Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Jalan Imam Bonjol Terendam
Baca juga: Lagi Asyik Asmara Subuh, Ribuan Remaja Panik saat Polisi Datang, Sebagian Kabur Melarikan Diri
Adapun persyaratan bagi nasabah yang ingin mengecek saldo ataupun melakukan pencairan BPUM, di antaranya e-KTP asli dan fotokopi (1 lembar), buku tabungan, kartu debit BNI dan fotokopi, dan form Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) yang telah diisi atau ditandatangani (asli tanpa materai).
Hingga saat ini, semua cabang Bank BNI di Sumut masih melayani masyarakat penerima bantuan untuk dapat segera menyelesaikan administrasi agar bantuan dapat segera dicairkan.
Dibubarkan Polisi
Aparat kepolisian membubarkan ratusan orang yang berkerumun di depan kantor cabang pembantu Bank BNI Lubuk Pakam yang berada di Jalan Dr Sutomo, Deliserdang, pada Selasa (13/4/2021) pagi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ratusan-emak-emak-sedang-mengantre-di-bni.jpg)