Kantor BNI Cabang Kisaran Digeruduk Ratusan Emak-emak, Polisi Sampai Blokade Jalan

Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kisaran, Kabupaten Asahan, yang terletak di Jalan Cokro Aminito Kota Kisaran Barat, digeruduk emak-emak

TRIBUN MEDAN/ALIF ALQADRI HARAHAP
Ratusan penerima bantuan menggeruduk Bank BNI Cabang Kisaran, Senin (12/4/2021). 

TRIBUN-MEDAN.COM, ASAHAN - Bank Negara Indonesia (BNI) Cabang Kisaran, Kabupaten Asahan, yang terletak di Jalan Cokro Aminito Kota Kisaran Barat, digeruduk emak-emak pada Senin (12/4/2021).

Ratusan ibu-ibu ini langsung beramai-ramai menyerbu kantor Bank BNI untuk meminta kepastian dari pihak bank terkait bantuan PNM Mekar senilai Rp 1,2 juta.

"Gak banyaknya, cuma Rp 1,2 juta. Tapi, kenapa kami kek gini," teriak Tika, seorang penerima bantuan.

Tika mengaku telah menunggu sejak pagi, namun sangat kecewa karena sampai sore hari tidak mendapatkan kepastian.

"Dari pagi kami di sini. Kami menunggu kepastian dari bank," kata Tika dari dalam kerumunan.

Tika mengaku tidak berharap uangnya cair hari ini, namun ia menunggu Kartu Tanda Penduduk (KTP)-nya yang sudah dimasukkan sebagai berkas di BNI Cabang Kisaran.

Aksi itu mengakibatkan ruas Jalan Cokro Aminito macet dan padat. Bahkan pihak kepolisian memblokir jalan.

Baca juga: Sejumlah Kantor BNI Sejak Pagi Digeruduk Masyarakat, Ternyata Karena Masalah Ini

Baca juga: BREAKING NEWS, Kebakaran Hebat di Belawan, Terdengar Suara Ledakan, 10 Rumah Rata dengan Tanah

Di Kota Medan

Peristiwa serupa terjadi di sejumlah kantor BNI di Kota Medan.

Rata-rata yang datang ke kantor BNI adalah emak-emak.

Menurut informasi, ramainya warga di sejumlah kantor BNI ini lantaran ingin mendapatkan dana bantuan sosial Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekar sebesar Rp 1,2 juta.

Seperti halnya di Kantor BNI Cabang Aksara, Jalan Aksara No.142-A, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung.

Warga berdesakan di depan pintu masuk, berebut untuk menjadi orang yang pertama mengambil bantuan.

Menurut informasi, untuk mengecek bantuan ini, para penerima bantuan harus membawa KTP asli dan buku tabungan yang kemudian diserahkan kepada pihak bank.

"Begitu dengar dana bantuan mau keluar, ya senang. Makanya saya datang sama teman," kata Ida, seorang calon penerima bantuan, Senin (12/4/2021).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved