Laut China Selatan (LCS) Memanas, Kapal Perang China Kejar Kapal Filipina yang Membawa Wartawan

Tiba-tiba, kapal yang ditumpangi jurnalis tersebut dikejar oleh sebuah kapal Penjaga Pantai China dan dua kapal tempur cepat milik angkatan laut China

Editor: AbdiTumanggor
us navy
Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kapal pengawalnya bertolak ke Laut China Selatan (LCS). 

Dalam percakapan telepon pada Jumat, Locsin dan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken menyatakan keprihatinan atas kehadiran kapal-kapal China di Laut China Selatan.

Pada Rabu (7/4/2021), AS mengingatkan China bahwa Washington akan bergerak jika Beijing menyerang Filipina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan pada Jumat bahwa AS harus berhenti menyebarkan perselisihan.

Lijian mengatakan, AS seharusnya mengizinkan negara-negara kawasan Laut China Selatan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Nelayan China memasuki Laut China Selatan dikawal kapal penjaga pantai China
Nelayan China memasuki Laut China Selatan dikawal kapal penjaga pantai China (afp)
Kapal-kapal berbendera China di Laut China Selatan. (Eksekutif Marinetime)
Kapal-kapal berbendera China di Laut China Selatan. (Eksekutif Marinetime) (Eksekutif Marinetime)

Angkatan Laut China Dikabarkan Kejar Kapal Filipina

Sebelumnya diwartawakan, Kapal angkatan laut China mengejar sebuah kapal sipil yang membawa awak media Filipina.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (9/4/2021), Penyiar lokal ABS-CBN mengklaim Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China mengerahkan dua kapal yang membawa rudal untuk mengusir kapal sipil Filipina saat melakukan perjalanan melintasi terumbu karang dan beting dekat dengan provinsi pulau Palawan.

Laporan tersebut menambahkan bahwa tindakan pengejaran antara kapal bersenjata dengan kapal sipil baru pertama kali terjadi.

Setelah itu, tentara China memberikan peringatan lewat radio lalu mengejar mereka selama satu jam.

“Kapal perang China nomor 5101 dengan dua kapal rudal kelas Houbei muncul semakin dekat sehingga terlihat dengan mata telanjang. Terkadang berlayar di samping kapal sipil Filipina," menurut laporan tersebut seperti dikutip, Jumat (9/4/2021) .

"Kami khawatir atas keselamatan warga sipil tak bersenjata di laut," kata juru bicara Departemen Pertahanan Nasional FIlipina Arsenio Andolong dalam sebuah pernyataan pada Jumat.

Filipina telah mengarahkan angkatan bersenjata untuk menyelidiki masalah tersebut.

Sebelumnya, dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin,  membahas kekhawatiran tentang kemunculan milisi maritim China di perairan sengketa, termasuk Whitsun Reef.

Mereka mengulangi seruan agar China mematuhi putusan arbitrase 2016 yang dikeluarkan sesuai dengan Konvensi Hukum Laut. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan kapal ikan yang disebut AS sebagai "milisi maritim" tidak benar. Dia mengatakan kapal itu normal dan sah.

Ketegangan antara China dan Filipina meningkat dimulai ketika ratusan kapal ikan China terlihat di Whitsun Reef sehingga memicu protes dari Manila.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved