Beli Dimsum Dapat Emas, Manuver Bisnis Tahu Baxo Medan di Tengah Pandemi
Berawal dari keinginan untuk memberdayakan hasil sumber daya alam, yakni menggabungkan hasil dari pertanian, nelayan dan peternak akhirnya
Penulis: Angel aginta sembiring | Editor: Muhammad Tazli
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Beberapa tahun belakangan, dimsum menjadi panganan favorit bagi masyarakat Indonesia. Melihat peluang pasar yang besar di bisnis kuliner asal Negeri Tirai Bambu ini, Agung Indra Syahputra, owner dari Tahu Baxo Medan mengalihkan usahanya dari camilan bakso dan tahu, kini fokus ke dimsum dengan tagar #ahlinyadimsum.
"Berawal dari keinginan untuk memberdayakan hasil sumber daya alam, yakni menggabungkan hasil dari pertanian, nelayan dan peternak akhirnya saya memilih untuk memproduksi dimsum," ujar Agung Indra Syahputra, di Bincang Bisnis UMKM Tribun Medan yang dipandu oleh Yuta Nasution, Selasa (6/4/2021).
Agung mengatakan pada tahun 2017 ia memulai dengan usaha Tahu Baxo Medan, namun seiring berjalannya perubahan trending ia mengalihkan usahanya ke dimsum dengan omzet yang meningkat sejak 2018.
Meskipun bisnis dimsum sudah menjamur di Kota Medan, Agung tetap mampu bersaing dengan inovasi yang terus dikembangkannya. Satu di antaranya dengan memberikan reward kepada mitra yakni, emas berukir dinar, dengan pembelian produk Rp 25 juta sampai Rp 100 juta.
"Jadi, jika pembelian mitra dalam satu bulan sejumlah Rp 25 juta, kita berikan seperempat dinar. Berlaku akumulasi, hingga mencapai RP 100 juta, akan mendapat 1 dinar. Alhamdulillah, bisnis ini terus berkembang," ungkapnya.
Baca juga: KABAR DUKA dari Krisdayanti Setelah Menikahkan Aurel, Kondisi Raul Lemos, Sedih Lihat Timor Leste
Dengan adanya reward dinar ini, Agung berhasil memiliki mitra hingga seratusan lebih, yang tersebar dari Sabang, Jambi, hingga Kalimantan.
"Jadi dengan istilah beli dimsum, dapat emas," katanya.
Sedangkan harga untuk memulai kemitraan dengan produksi sendiri cukup terjangkau, mulai dari Rp 500 ribu maka sudah menjadi pengusaha dimsum.
Agung mengatakan, selama ini, sistem bisnis yang dibangunnya masih sebatas kemitraan atau reseller. Ke depan, ia berencana untuk memulai dengan sistem franchise.
Hingga saat ini, ia memiliki 23 karyawan dan bahkan menjelang bulan Ramadhan ia berencana ingin menambah karyawan.
Baca juga: Bobby Nasution Ucapkan Terima Kasih ke Masyarakat, Siapkan 60.000 Dosis Vaksin Drive Thru
"Nilai dari usaha adalah kebermanfaatan ketika bisa menyerap tenaga kerja, peluang kepada orang lain, memuliakan mitra dan membesarkan usaha bersama-sama," ungkapnya.
Masa pandemi Covid-19 baginya sebuah tantangan yang diupayakan menjadi peluang untuk terus mengembangkan bisnis.
"Jadi, alhamdulillah sampai sejauh ini belum ada kendala. Kalau dilihat grafiknya terus naik ya. Apalagi selama pandemi seperti ini, banyak masyarakat yang menyetok makanan yang siap olah. Jadi, dimsum makin banyak yang pesan," tambahnya.
Meskipun begitu, ia berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir dan keadaaan bisa kembali seperti semula.
#ahlinyadimsum memiliki 18 varian dimsum dengan pengolahan goreng, kukus, hingga frozen food. Untuk melihat varian dimsum seperti dimsum ayam, kepiting, udang, rumput laut, leng hong kien, lumpia udang, dan lain sebagainya dapat dilihat di @tahubaxomedan dan @ahlinyadimsum.
Ia menjelaskan meskipun dalam usaha terdapat tantangan dalam stabilitas bahan baku, owner dari Ahlinya dimsum selau memberikan harga yang stabil untuk para penikmatnya. (cr9)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/agung-indra-syahputra.jpg)