Giliran Rektor UINSU Dituding Lakukan Plagiat, Beri Jawaban Setelah Mahasiswa 3 Hari Tidak Makan

Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap dituding melakukan plagiasi karya ilmiah oleh sejumlah mahasiswanya. Dia pun memberi jawaban

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO
Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap didampingi WR III Nisful Khoir dan WD III FIS Yose Rizal Saragih bertemu dengan mahasiswa yang tidak makan tiga hari, Rabu (31/3/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Setelah sebelumnya Rektor USU Muryanto Amin dituding melakukan plagiasi jurnal ilmiah, kini giliran Rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Prof Syahrin Harahap yang dituding melakukan aksi serupa.

Sejumlah mahasiswa UINSU menuding Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap melakukan plagiarisme karya tulis milik orang lain yang sudah lebih dulu terbit dua tahun sebelumnya di sebuah jurnal terbitan luar negeri. 

Awalnya, Prof Syahrin Harahap bergeming soal tudingan ini.

Baca juga: Muryanto Amin Terjerat Kasus Plagiat, Begini Tanggapan Dewan Guru Besar USU

Dia memilih enggan berkomentar, tatkala mahasiswanya melakukan aksi ketika pertemuan dan rapat koordinasi Badan Layanan Umum (BLU) yang dihadiri 23 Pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) se-Indonesia di Hotel JW Marriot Medan belum lama ini. 

Karena tidak ada jawaban, mahasiswa kemudian melakukan aksi mogok makan.

Hampir tiga hari mahasiswa tidak mendapat asupan makanan, dengan alasan ingin mendengar langsung penjelasan Prof Syahrin Harahap soal tudingan plagiarisme ini.

Lantaran tidak ingin polemik ini berlarut-larut, Prof Syahrin Harahap akhirnya memberi jawaban.

Baca juga: BREAKING NEWS: Tak Hanya Muryanto Amin, Rektor USU Runtung Sitepu Ikut Terseret Kasus Plagiat

"Apa yang mereka (mahasiswa) sampaikan adalah bentuk idealisme yang tinggi, tanpa ditunggangi siapapun, itu mesti dihargai. Dan jika ada orang yang ingin menunggangi mereka, tentu itu tindakan tidak terpuji," kata Syahrin, kemarin (31/3/2021). 

Dia mengatakan, apa yang dituduhkan kepada dirinya itu tidak benar.

Menurut Syahrin, makalah berjudul 'The Image of Indonesia in the world: An Interreligious Perspective' yang dipersoalkan mahasiswa adalah karyanya. 

Awalnya, kata Syahrin, dugaan plagiasi mengemuka saat seseorang menyebutkan makalah itu milik dua penulis.

Orang yang mengklaim sebagai penulis lainnya telah menyampaikan makalah itu di dalam negeri, tanpa sepengetahuannya.

Baca juga: Begini Kalimat Sindiran Inul Daratista untuk Pengusaha Kakaoke yang Plagiat Idenya

Padahal sebenarnya makalah itu adalah miliknya.

"Tapi ini pun bukanlah masalah prinsipil, karena di dua makalah itu, baik yang terbit di dalam negeri maupun di luar negeri, tetap nama saya tercantum sebagai penulis,".

"Terlalu mahal martabat UIN Sumut diganggu hanya karena masalah ini," kata Syahrin. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved