Giliran Rektor UINSU Dituding Lakukan Plagiat, Beri Jawaban Setelah Mahasiswa 3 Hari Tidak Makan

Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap dituding melakukan plagiasi karya ilmiah oleh sejumlah mahasiswanya. Dia pun memberi jawaban

Tayang:
Editor: Array A Argus
HO
Rektor UIN Sumut Prof Syahrin Harahap didampingi WR III Nisful Khoir dan WD III FIS Yose Rizal Saragih bertemu dengan mahasiswa yang tidak makan tiga hari, Rabu (31/3/2021). 

Oleh karena itu, dia meminta semua pihak menghentikan memainkan isu karena hanya akan merusak citra UINSU di masyarakat. 

Menurutnya, tidak ada yang perlu dipersoalkan dalam hal ini, karena ini adalah urusan antara dirinya dengan temannya.

Baca juga: Ciptakan Tes Antiplagiat Tesis, Asisten Profesor Penyandang PhD Dianiaya Mahasiswa hingga Pingsan

"Masih banyak persoalan lain yang perlu kita benahi untuk memajukan UIN Sumut sebagai 'UIN Kita'. Dan saya mengajak semua yang terlibat di UIN Sumut untuk sama-sama mewujudkannya," kaya Syahrin.

Persoalan dugaan plagiat karya tulis yang menyeret Rektor UINSU Prof Syahrin Harahap mencuat ketika adanya sebuah surat bermaterai 6000 yang ditandatangani oleh Darma S, berjudul "UIN ku Sayang, UIN ku Malang".

Dalam surat itu disebutkan, rektor baru ini ditengarai memplagiat karya koleganya secara terang-terangan jika dicari di Google berikut yang didapat, karya tulisan berjudul "The Image of Indonesia in The World: An Interreligious Perspective" yang terbit di The IUP Journal of International Relations, atau Jurnal Hubungan Internasional, Jerman, Vol. X, No.2, April 2016, PP-30-44 dengan nama rektor itu sebagai satu- satunya penulis Syahrin Harahap. 

Baca juga: SKANDAL Plagiat Pejabat USU, Rektor Terpilih Muryanto Amin Dihukum, Ini Sanksi yang Diberikan !

Belakangan diketahui, karya tersebut sudah pernah terbit pada jurnal lain dua tahun sebelumnya di Proceeding Annual International Conference of Islamic Studies (AICIS) XIV, yakni tulisan ke 303,  dengan judul: The Image of Indonesia in the World: An Interreligious Perspective, pada November 2014, dengan penulis Surya Darma dan Syahrin Harahap. 

Kedua tulisan dengan judul yang sama itu sangat mirip, sehingga bisa dikatakan satu tulisan diterbitkan di dua jurnal atau jurnal yang berbeda.

Namun pada penerbitan kedua, hanya mencantumkan Syahrin Harahap sebagai penulis tunggal dan tidak ada nama penulis Surya Darma.(cr8/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved