PERBAKIN Tegaskan Wanita Terduga Teroris Penyerang Mabes Polri Bukan Anggotanya, Ini Sosok ZA

Terduga Teroris menenteng senjata api menerobos masuk ke Mabes Polri, Rabu (31/3/2021). Pelaku pun tewas ditembak di Lokasi.

Editor: AbdiTumanggor
ISTIMEWA/TANGKAPAN LAYAR VIDEO
Pelaku dengan menenteng senjata api menerobos masuk ke Mabes Polri, Rabu (31/3/2021). Pelaku tewas ditembak. 

Informasi yang beredar terduga teroris ini berinisial ZA (26) yang berstatus mahasiswi dan juga Diduga Anggota Club Menembak. Pelaku kelahiran 1995  dalam data KK nya tinggal di Ciraras, Jakarta Timur. Ini Penjelasan Ketua PERBAKIN  Bambang Soesatyo (Bamsoet).

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang berpakaian hitam berpenutup kepala warna ungu jatuh tersungkur setelah ditembak aparat di area dalam kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/3/2021) sore sekitar pukul 17.20. WIB.

Dari video amatir yang beredar, lokasi pelaku yang tampak jatuh pasca aksi baku tembak itu  terletak di pintu masuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Petugas piket di Mabes Polri spontan bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam ruangan di saat terduga teroris berjalan perlahan-lahan dari belakang. Sang polisi pun selamat dari tembakan senjata api.
Petugas piket di Mabes Polri spontan bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam ruangan di saat terduga teroris berjalan perlahan-lahan dari belakang. Sang polisi pun selamat dari tembakan senjata api. (TRIBUN MEDAN/HO/TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

Awalnya pelaku tampak perlahan-lahan datang dari arah belakang petugas piket yang tengah duduk di kursi.

Di saat pelaku berjalan ke arahnya, petugas piket tampak spontan bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam ruangan.

Melihat petugas masuk ke dalam, pelaku berjalan ke arah samping kanan dan kemudian bergerak cepat masuk ke arah kiri pintu masuk sambil mengeluarkan senjata apinya. 

Pelaku tampak menembakkan ke dalam ruangan dan sejumlah petugas pun keluar.

Melihat pelaku bawa senjata dan menembakkannya, petugas piket pun kocar-kacir menyelamatkan diri. 

Di saat pelaku mengincar aparat di area, sambil berjalan ke arah kanan pintu masuk, mendadak pelaku pun tersungkur dihantam peluru.Pelaku pun tewas tergeletak.

Bagaimana bisa pelaku masuk?

Padahal setiap tamu yang masuk ke dalam Mabes Polri harus melewati pengamanan ketat dari aparat kepolisian. 

Biasanya setiap tamu yang masuk ke dalam Mabes Polri sebenarnya juga harus melewati metal detector.

Hingga saat ini belum diketahui pasti, bagaimana bisa pelaku sampai masuk ke area ruangan Kapolri.

Dikutip dari Kompas.com dari yang berjudul:Mabes Polri Diserang, Polisi Periksa Wartawan dan Warga yang Melintas, Peristiwaa ini terjadi tak lama setelah Polri melakukan sejumlah penggerebekan terhadap terduga teroris, usai terjadi aksi teror bom bunuh diri di Makassar pada Minggu (28/3/2021).

Aksi teror di Makassar itu, menurut Polri, diduga dilakukan kelompok Jamaah Anshorut Daulah (JAD).

Pelaku dengan menenteng senjata api menerobos masuk ke Mabes Polri, Rabu (31/3/2021). Pelaku tewas ditembak.
Pelaku dengan menenteng senjata api menerobos masuk ke Mabes Polri, Rabu (31/3/2021). Pelaku tewas ditembak. (ISTIMEWA/TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

Penjagaan Diperketat

Penjagaan di Mabes Polri diperketat
Pasca aksi baku tembak terjadi di dalam Mabes Polri.

Aparat kepolisian langsung meminta sejumlah wartawan yang ada di Divisi Humas Polri keluar area komplek Mabes.

Wartawan langsung digiring keluar area Mabes dan diminta menjauh.

Wartawan pun sempat berada di jalan raya, di seberang gedung utama Bareskrim dan kantor Kapolri.

Aparat kepolisian menyisir lokasi tersebut.

Polisi sedang melakukan sterilisasi di sekitar lokasi dan cek-cek semua orang yang ada di sekitar Mabes Polri.

Polisi juga memeriksa identitas semua wartawan yang datang meliput.

Polisi juga berpesan agar wartawan bisa menjaga diri dan waspada supaya tidak ada penyusup yang masuk.

Jalan Trunojoyo saat ini masih bisa diakses, namun diminta tidak boleh berhenti di sekitar Mabes Polri.

Dikutip dari Kompas.com dari yang berjudul: Setelah Mabes Polri Diserang, Gegana Periksa Jenazah Terduga Teroris, tim Gegana tampak mendekati sesosok jenazah yang jatuh tersungkur di halaman depan.

Jenazah itu yang diduga tewas ditembak di dekat kantor Kapolri.

Tim Gegana berpakaian pelindung memeriksa jenazah itu, tampak memastikan apakah ada bahan peledak atau tidak.

Setelah dinyatakan aman, tim dari Biddokkes Polri kemudian merapat bersama aparat kepolisian bersenjata laras panjang memeriksa lagi jenazah tersebut.

TERKUAK Identitas Wanita Terduga Teroris, Saksi Sebut Ada Teman Prianya 

Keterangan saksi mata, pelaku serangan di Kompleks Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu (31/3/2021) terlihat berjenis kelamin perempuan.

Namun informasi yang beredar terduga teroris ini berinisial ZA (26) yang berstatus mahasiswi. Bahkan dikabarkan, pelaku diduga salah satu anggota Club Menembak.

Pelaku kelahiran 1995  dalam data KK nya tinggal di Ciraras, Jakarta Timur.

ZA mahasiswa terduga teroris penyerang Mabes Polri
Inilah Sosok ZA mahasiswa terduga teroris penyerang Mabes Polri (Tribun Medan/HO)

Terduga teroris yang menyerang Mabes Polri disebut menggunakan sebuah mobil berwarna silver sebelum melakukan aksinya.

Saksi yang melihat aksi penyerangan tersebut melihat terduga teroris tersebut datang melalui pintu belakang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021).

Ari (27), seorang juru parkir di dekat Mabes Polri mengaku melihat aksi mereka.

"Yang saya lihat mereka pakai mobil," kata Ari saat ditemui di lokasi, Rabu (31/3/2021).

ZA mahasiswi terduga teroris penyerang Mabes Polri pernah ikut Club menembak.
ZA mahasiswi terduga teroris penyerang Mabes Polri pernah ikut Club menembak. (Tribun Medan/HO)

Ari mengaku lupa merek mobil yang digunakan terduga teroris. Namun, ia ingat warna mobil tersebut.

"Pokoknya minibus gitu, warna silver," ujar dia.

Ari yang berprofesi sebagai juru parkir mengatakan tidak melihat mobil terduga teroris masuk melalui pintu utama.

"Kayaknya dia masuk dari pintu belakang, yang dekat PUPR. Saya kan di sini (pintu utama) dari pagi, itu saya nggak lihat," tutur Ari.

Menurut dia, kedua teroris tersebut merupakan laki-laki dan perempuan.

"Ada dua yang saya lihat, laki-laki satu, perempuan satu," kata Ari di lokasi.

Namun, lanjut Ari, hanya terduga teroris perempuan yang melakukan penyerangan.

"Yang turun dari mobil si perempuannya, dia bawa senjata, cuma saya nggak tahu jenisnya apa," ujar dia.

Petugas piket di Mabes Polri spontan bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam ruangan di saat terduga teroris berjalan perlahan-lahan dari belakang. Sang polisi pun selamat dari tembakan senjata api.
Petugas piket di Mabes Polri spontan bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam ruangan di saat terduga teroris berjalan perlahan-lahan dari belakang. Sang polisi pun selamat dari tembakan senjata api. (TRIBUN MEDAN/HO/TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

Sementara itu, Ari menyebut terduga teroris laki-laki tidak turun dari mobil.

"Sampai sekarang masih dicari kayaknya," ucap Ari.

Ia menjelaskan, peristiwa penyerangan oleh orang tak dikenal yang diduga teroris itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.

Ketika itu, Ari yang berpofesi sebagai tukang parkir sedang memindahkan mobil milik anggota Polri.

Mobil tersebut terparkir tepat di depan Mabes Polri.

Tak lama kemudian, ia mendengar suara tembakan dari area parkir Mabes Polri.

"Setelah tembakan pertama, saya keluar dari mobil. Itu saya lihat langsung terorisnya," ujar Ari saat ditemui di lokasi.

Menurut Ari, terduga teroris itu merupakan seorang perempuan.

Ia juga membawa senjata api.

"Dia sempat nembak dua sampai tiga kali di parkiran," ujar dia.

Setelah itu, sambungnya, terduga teroris tersebut lari ke arah lobi utama Mabes Polri.

"Kejar-kejaran tuh dari parkiran sampai lobi. Nah kenanya di dekat lobi si terorisnya," ucap Ari.

Terduga teroris itu pun ambruk terkena timah panas yang ditembakkan polisi.

Hingga saat ini, area Mabes Polri masih dijaga ketat aparat kepolisian bersenjata lengkap.

Selain itu, polisi juga melakukan penyisiran di sekitar Mabes Polri.

ZA mahasiswa terduga teroris penyerang Mabes Polri
KTA anggota ZA mahasiswa terduga teroris penyerang Mabes Polri (Tribun Medan/HO)

Penjelasan Ketua MPR yang Juga Ketua PERBAKIN, Tegaskan Bassis Shooting Club Bukan Anggota PERBAKIN Lagi

Terkait kabar bahwa pelaku diduga anggota dari Bassis Shooting Club, Ketua Perbakin Bambang Soesatyo (Bambsoet), menegaskan bahwa Bassis Shooting Club bukan anggota PERBAKIN lagi. 

Dalam keterangannya, Bamsoet menegaskan persyaratan dan prosedur dalam pembuatan kartu anggota PERBAKIN.

"Perlu Anda ketahui KTA CLUB dan KTA PERBAKIN itu berbeda. Pemilik KTA CLUB menyatakan ia adalah anggota club yang bernaung di bawah PERBAKIN. Artinya ia adalah anggota club, namun belum tentu anggota PERBAKIN," jelasnya.

Tegas Bamsoet, Basis Shooting Club sudah tidak tercatat lagi di Pengprov PERBAKIN DKI (sudah lama dibekukan karena tidak aktif).

Ketua MPR RI ini juga menerangkan persyaratan utama untuk menjadi anggota PERBAKIN, adalah sebagai berikut:

Seseorang tersebut haruslah menjadi anggota club menembak resmi PERBAKIN terlebih dahulu atau setidak nya sudah terdaftar di salah satu club yang sudah di bawah naungan PERBAKIN.

Hal ini merupakan tahap awal sebuah proses anggota perbakin dalam mengenal olahraga menembak, baik cara penggunaan senjata, safety untuk diri sendiri dan orang lain, hukum, tata tertib dll.

Setelah resmi menjadi anggota dan memiliki KTA Club maka harus ada surat rekomendasi kepada ketua club tersebut untuk menjadi anggota PERBAKIN dan harus mendapat rekomendasi sekurang-kurangnya 2 orang anggota perbakin yang masih aktif dan terdaftar sebagai pengurus.

Ada Tiga Jenis KTA PERBAKIN, yaitu:

1. KTA Tembak Sasaran, dimana KTA ini diperuntukan untuk anggota penembak sasaran dengan jenis senapan angin, atlit penembak senapan angin.

2. KTA Berburu, dimana KTA ini di khususkan untuk anggota yang hobi berburu. KTA ini adalah untuk penghobi berburu dan pengguna senjata api dalam kegiatan berburu. Sebelum mendapatkan KTA ini, anggota harus mengikuti penataran yang diadakan oleh PERBAKIN dan mendapat rekomendasi dari club tempatnya bernaung.

2. KTA Tembak Reaksi, untuk anggota yang hobi dengan kegiatan tembak reaski senjata api laras pendek maupun panjang. Untuk mendapatkan KTA tersebut harus melalui penataran dan seleksi tembak reaksi.

Berikut adalah persyaratan dalam pengajuan KTA PERBAKIN:

1.Mendapat Surat Rekomendasi dari Club/ketua club yang bernaung di PERBAKIN.

2.Mengisi Formulir Pengajuan KTA ditandatangani oleh Pemohon yang bersangkutan, dan diketahui serta ditandatangani oleh Ketua Klub, Ketua Pengkab/Pengkot/Pengkab dan Ketua Pengprov Perbakin.

3.Pengisian Formulir Pengajuan KTA harus diketik, tidak boleh ditulis tangan.

4.Melampirkan foto copy KTP sesuai domisili yang masih berlaku.

5.Melampirkan pas foto terbaru berwarna, dengan latar belakang warna MERAH, ukuran 3×4 = 4 lembar dan 4×6 = 4 lembar.

6.Melampirkan foto copy Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku.
Melampirkan Surat Keterangan Sehat dari Dokter.

7.Khusus calon anggota Bidang Tembak Sasaran, yang bersangkutan aktif sebagai atlet menembak dan minimal sudah pernah ikut kejuaraan di tingkat provinsi (melampirkan hasil pertandingannya), atau merupakan Anggota Pengurus PB. Perbakin/Pengprov/Pengkab/Pengkot atau Klub dengan melampirkan SK Pengurus.

8.Khusus calon anggota Bidang Berburu, yang bersangkutan telah mengikuti Penataran/Pelatihan Dasar Berburu yang dibuktikan dengan melampirkan foto copy Sertifikat Penataran/Pelatihan Dasar Berburu.

9.Khusus calon anggota Bidang Tembak Reaksi, yang bersangkutan telah mengikuti Penataran Tembak Reaksi yang dibuktikan dengan melampirkan foto copy Sertifikat Penataran Tembak Reaksi.

10.Membayar Adminitrasi yang sudah ditentukan.

Baca juga: Mabes Polri Diserang Terduga Teroris, Pelaku Berpakaian Perempuan Tewas Ditembak di Lokasi

Baca juga: Video Polisi Piket Spontan Bangkit dari Tempat Duduknya saat Terduga Teroris di Belakangnya

Baca juga: Beruntung Polisi Ini, Spontan Bangkit dari Tempat Duduknya saat Terduga Teroris Datang dari Belakang

(*/Tribunmedan.id/ Kompas.com)

Artikel ini dikompilasi dari Tribunnews.com dengan judul Saksi Sebut Wanita Terduga Teroris Itu Sempat Nembak Dua Sampai Tiga Kali di Parkiran

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved