KETIKA Mantan Penasihat KPK Sebut Temuan Atribut FPI Saat Penangkapan Terduga Teroris Rekayasa

Polisi bergerak cepat mendatangi rumah terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) sore.

Editor: AbdiTumanggor
KOLASE FOTO TRIBUNNEWS.COM/KOMPAS.COM
Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua (kanan) dan Potret barang bukti yang disita dari terduga teroris (kiri). 

Pada penangkapan tersebut, polisi turut menyita atribut ormas Front Pembela Islam (FPI) yang turut diamankan dari tempat para terduga teroris tersebut.

Pada konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin sore tadi, polisi memperlihatkan sejumlah barang bukti yang disita berupa seragam FPI, kaus reuni akbar alumni 212, buku FPI, VCD FPI, dan atribut lainnya.

Polisi juga memperlihatkan barang bukti senjata tajam, seumlah jeriken berisi cairan bahan peledak, buku fisika, serta sejumlah alat perakit bom.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadli Imran belum menjelaskan lebih lanjut terkait dengan barang bukti atribut FPI tersebut.

Ia hanya mengatakan seluruh barang bukti yang didapat dari TKP akan didalami oleh tim penyidik Densus 88.

"Semua barang bukti yang didapatkan di TKP tentu akan menjadi temuan awal yang akan didalami oleh teman-teman penyidik Densus 88," kata Fadil.

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah terduga teroris di Bekasi dan Condet tersebut berkaitan dengan pelaku bom di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Terlalu dini apabila belum temukan fakta dan korelasi yang jelas," ucap Fadil.

Petugas piket di Mabes Polri spontan bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam ruangan di saat terduga teroris berjalan perlahan-lahan dari belakang. Sang polisi pun selamat dari tembakan senjata api.
Petugas piket di Mabes Polri spontan bangkit dari tempat duduknya dan masuk ke dalam ruangan di saat terduga teroris berjalan perlahan-lahan dari belakang. Sang polisi pun selamat dari tembakan senjata api. (TRIBUN MEDAN/HO/TANGKAPAN LAYAR VIDEO)

BERUNTUN serangan aksi teroris yang terjadi di Indonesia dalam empat hari terakhir, Ini Penjelasan Pengamat

Setelah aksi bunuh diri pasangan suami istri Muh Lukman HS/Lukman (26) dan Yogi Sahfitri Fortuna (YSF) alias Dewi di pintu gerbang masuk Gereja Katedral Makassar, yang digagalkan sekuriti Kosmas, Minggu 28 Maret 2021, Indonesia kembali dikejutkan aksi ZA (26) yang nekat menerobos Mabes Polri, Rabu 31 Maret 2021.

ZA, mahasiswi yang tinggal di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur ini terlibat baku tembak dengan polisi yang bertugas sebelum tewas dilumpuh.

Pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, berpendapat, aksi penyerangan di Mabes Polri pada Rabu (31/3/2021) sore merupakan aksi bunuh diri.

Menurut Ridwan, pelaku penyerangan sadar akan risiko yang ia hadapi dengan menyerang kantor pusat kepolisian itu.

“Pertama ini jelas aksi istishad (bunuh diri) karena otomatis penyerang memahami risikonya ketika dia menyerang Mabes Polri,” ujar Ridwan kepada Kompas TV, Rabu.

Terduga teroris, ditambahkan Ridwan, secara psikologis telah siap untuk mati karena hanya bermodalkan senjata api ketika menyerang Mabes Polri.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved