KETIKA Mantan Penasihat KPK Sebut Temuan Atribut FPI Saat Penangkapan Terduga Teroris Rekayasa

Polisi bergerak cepat mendatangi rumah terduga teroris yang menyerang Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) sore.

Editor: AbdiTumanggor
KOLASE FOTO TRIBUNNEWS.COM/KOMPAS.COM
Mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua (kanan) dan Potret barang bukti yang disita dari terduga teroris (kiri). 

Listyo juga membenarkan pelaku teror ZA tinggal di Kawasan Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur.

Terduga Teroris Diamankan dari Bandung

Sementara, Densus 88 melakukan penggerebekan di sebuah rumah berwarna biru di kawasan Bandung, Jawa Barat.

Penggerebekan ini terjadi selang tiga jam dari peristiwa teror di Mabes Polri, Jakarta.

Dari pantau jurnalis KompasTV di lokasi, ada dua orang pria terduga teroris diamankan tim Densus 88.

Berdasarkan informasi di lokasi, rumah tersebut sudah ditempati oleh sepasang suami istri. Namun diketahui jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Tetangga sekitar mengungkapkan sering ada kegiatan di rumah tersebut, namun masih tak diketahui kegiatan apa tersebut.

Polri mengamankan sejumlah barang bukti yang disita dalam penangkapan 4 orang terduga teroris di Jakarta dan Bekasi pada Senin (29/3/2021). (Sumber: Tribunnews.com/Igman

Mantan Penasihat KPK Sebut Temuan Atribut FPI saat Penangkapan Terduga Teroris Rekayasa

Mantan Penasehat KPK Abdullah Hehamahua sesuai aksi massa di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019)
Potret Mantan Penasehat KPK Abdullah Hehamahua saat aksi massa di Patung Kuda, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019) lalu.(KOMPAS.com/ RYANA ARYADITA UMASUGI)

Dalam pemberitaan sebelumnya, mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdullah Hehamahua, menanggapi soal temuan atribut Front Pembela Islam (FPI) saat penangkapan terduga teroris.

Seperti diketahui, Detasemen Khusus atau Densus 88 menemukan atribut FPI di rumah salah satu terduga teroris berinisial HH di Jalan Raya Condet Nomor 1, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Menurut Abdullah Hehamahua, hal tersebut adalah operasi intelijen dan hanyalah rekayasa untuk mengalihkan perhatian dari kasus tewasnya 6 anggota FPI.

Tak hanya itu, Abdullah juga menyebut bahwa rekayasa itu dibuat untuk mengalihkan isu dalam kasus yang menjerat mantan pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab.

"Itu adalah operasi intelijen untuk mengalihkan perhatian terhadap TP3, mengalihkan perhatian terhadap HRS (Rizieq Shihab), maka ada bom," kata Abdullah dikutip dari Tribunnews.com pada Rabu (31/3/2021).

"Coba anda perhatikan bom pagi, siang ditangkap. 6 orang dibunuh (anggota FPI) sudah berapa bulan tidak tahu siapa pembunuhnya. Itu bukti operasi intelijen."

Abdullah HehamahuaAbdullah Hehamahua (tribunnews.com)

Sebelumnya, polisi menangkap empat terduga teroris saat penggerebekan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan Condet, Jakarta Timur, pada Senin (29/3/2021).

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved