Minggu Palma di Gereja Katedral Berakhir Tragis, Pastor Wilhelminus Ceritakan Kronologis Kejadian
Pastor Wilhelminus menceritakan bagaimana kronologis ledakan di Gereja Katedral
TRIBUN-MEDAN.com,Pelaksanaan ibadah Minggu Palma di Gereja Katedral Berakhir Tragis.
Bom meledak persis di depan gerbang masuk gereja.
Diketahui, Minggu Palma adalah hari peringatan dalam liturgi gereja Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah.
Laporan Kompas TV, saat ini, kepolisian dari tim DVI (Disaster Victim Identification) sudah turun.
Baca juga: BOM MELEDAK di Gereja Katedral, Diduga Ada Potongan Tubuh Buat Warga Berhamburan dan Panik
Disaster victim investigation (DVI) adalah suatu prosedur standar yang dikembangkan oleh Interpol (International Criminal Police Organization) untuk mengidentifikasi korban yang meninggal akibat bencana massal.
Berikut kronologi ledakan bom Makassar:
Pastor Wilhelminus Tulak mengatakan perkiraan bom bunuh diri di Makassar pukul 10.30 wita.
“Persis selesai ibadah kedua, umat pulang yang lain masuk. Pelaku bom bunuh diri mau masuk ke gereja, ada pihak keamanan menahan mereka kemudian bom langsung meledak,” kata dalam siaran langsung Kompas TV, Minggu siang.
Pastor Wilhelminus Tulak mengatakan, ada dua pelaku berusaha masuk, tapi ditahan di gerbang depan Gereja Katedral.
“Saat ledakan, kaca semua pada hancur, kaca Hotel Singgasana hancur” katanya.
Baca juga: Ledakan Bom di Gereja Katedral, Terekam Seorang Pria Terkapar dan Sepeda Motor Terbakar
Pastor Wilhelminus Tulak mengatakan, memang ada korban luka.
Mereka yang terluka berada di dekat gerbang depan.
“Kalau mati semoga tidak adalah,” katanya.
Pastor Wilhelmus Tulak menyampaikan, umat sudah diminta untuk keluar.
“Pimpinan Gereja Katedral aman, sebagain besar umat aman, memang ada yang terluka khusus petugas keamanan, dia sedikit terbakar, puji tuhan luka-lukanya masih bisa ditahan,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/petugas-brimob-berjaga-di-gereja-katedral.jpg)