Bom Gereja di Makassar
DUA Bomber Gereja Katedral Pria dan Wanita Tewas Berkeping, Mukjizat Sekuriti Gereja hanya Luka
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengatakan, pihak Densus 88 akan mendalami keterkaitan pelaku bom bunuh diri itu dengan 19 teroris asal Sulsel.
TRIBUN-MEDAN.COM - DUA Bomber Gereja Katedral Pria dan Wanita Tewas Berkeping, Mukjizat Sekuriti Gereja hanya Luka
Aksi bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu pagi, 28 Maret 2021.
Dua pelaku yang mengendarai sepeda motor matik nomor polisi DD 5984 MD.
Namun sekuriti gereja yang mencurgai gelagat pengendara sepeda motor matik nomor polisi DD 5984 MD menahan pelaku di pintu gerbang Gereja Katolik Hati Yesus Yang Mahakudus.
Saat itulah bomber meledakkan diri yang menewaskan pelaku dan melukai sekuriti umat yang baru saja selesai mengikuti Misa Minggu Palma.
Kosmas, sekuriti Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus, yang menahan laju motor pembawa bom, menjadi pahlawan dalam aksi terorisme ini.
Cosmos tak memakai baju rompi antipeluru.
Ia hanya memakai baju kaos tipis.
Kosmas berani mengadang pelaku dengan kedua tangan dan dadanya.
Mukjizat terjadi Kosmas hanya terluka pada bagian dada.
Jamaat lain pun langsung menyelamatkan Kosmas.
Baluran kopi pun langsung diusap ke luka-lukanya.
Gunanya untuk menghentikan pendarahan.
Menurut penuturan Kosmas sudah curiga dengan tingkah laku pelaku yang memaksa masuk.
“Posisi saya pas di depan pagar. Besar (pelakunya). Saya tahan dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bom-gereja-di-makassar-oke.jpg)