Mengaku Digoyang Pak Kades Hingga Hamil dan Diancam Santet, Wanita Ini Lapor Polisi
Seorang wanita terpaksa melaporkan oknum kepala desa karena mengaku dihamili dan diancam santet
TRIBUN MEDAN.com,Oknum kepala desa di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah dilaporkan ke Polres Pekalongan.
Adapun pelapor yakni NA (27) warga Kecamatan Paninggaran.
NA mengaku 'digoyang' pak kades hingga hamil.
Baca juga: Terbiasa Dipuaskan Sex Toys, Mahasiswi Kesepian Mainan Seksnya Dicuri, Pelakunya Kirim Pesan Rahasia
Usia kandungannya memasuki 11 pekan.
"Hari ini saya melaporkan atas kasus saya dihamili oleh kades yang ada di wilayah Kecamatan Paninggaran," kata NA kepada Tribunjateng.com.
Selain melaporkan kasus atas dihamili kades, ia juga melaporkan atas ancaman dan kekerasan yang dialaminya.
Ia mengaku mempunyai bukti-bukti ancaman dalam bentuk rekaman suara dan screenshot chat pak kades tersebut.
"Kehamilan saya berusia 11 minggu, saya dihamili di bawah ancaman," kata dia.
Baca juga: DULU Artis Rupawan Ini Dapat Hujatan, Dituduh Permainkan Hijab, Kini Terlibat Skandal Prostitusi
"Ancamannya dalam bentuk perkataan melalui WhatsApp, telepon, atau ngomong secara langsung," imbuhnya
NA juga mengungkapkan, pernah mendapat ancaman pembunuhan, mau disantet, dan dibikin sengsara seumur hidup.
Ilustrasi kekerasan. Seorang dosen tega menikam mahasiswinya yang juga pacarnya lantaran lamarannya ditolak. (pixabay.com)
"Saya kenal dengan kades sejak tahun 2015," ujar perempuan berkerudung itu.
Baca juga: Sejumlah Fakta Ramalan Roy Kiyoshi dan Mbak You di Tahun 2021 Ini, Dari Prostitusi Artis Hingga. . .
"Sejak pertama kenal hingga sekarang saya sering menerima kekerasan fisik seperti dipukul, ditendang, dijambak, bahkan diludahi," ungkapnya.
Ia berharap dengan laporan ke Polres Pekalongan ada keadilan untuk dirinya.
"Kata pak polisi yang memeriksa tadi, kasus ini akan segera diproses," harapannya.
Polisi: Kita Proses
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-hubungan-seks-bercinta.jpg)