Balai Karantina Dukung Ekspor Kopi, Kunjungi Eksportir Produk Pertanian
Kami ingin mendengarkan langsung jika ada kendala dan mencarikan jalan keluarnya
TRI BUN-MEDAN.com - MEDAN - Kepala Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Andi Yusmanto melakukan kunjungan kerja ke pelaku usaha atau eksportir produk pertanian. Hal ini dilakukan untuk mendukung peningkatan ekspor pertanian terkait program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks).
Karantina Pertanian Belawan telah menerbitkan 2.630 sertifikat karantina ekspor ke 40 negara di dunia pada 2020. Ada pun yang mendominasi adalah negara Amerika Serikat, Jerman, Jepang, Belgia, Kanada, Singapura, Inggris, Yordania, Taiwan dan Australia.
"Ini adalah sebagai bentuk pendampingan kepada pelaku usaha. Kami ingin mendengarkan langsung jika ada kendala dan mencarikan jalan keluarnya," kata Yusmanto saat melakukan kunjungan ke PT SMTM selaku pengekspor kopi, Rabu (24/3/2021).
Baca juga: Produksi Beras di Sumut Surplus, Petani Berhasil Produksi Padi Sebanyak 4.200.112 Ton
Menurut Yusmanto, dari data pada sistem perkarantinaan, IQFAST Karantina Pertanian Belawan, pelaku usaha ini adalah perusahaan kopi yang paling rutin pengirimannya namun mulai nampak terkendala pada akhir-akhir ini.
Ia mengatakan, kopi merupakan komoditas asal subsektor perkebunan yang memiliki peran penting dalam menunjang kinerja ekspor sektor pertanian. Dan sebagai negara produsen kopi keempat terbesar dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia, tentu komoditas ini perlu mendapat perhatian.
Provinsi Sumut memiliki beberapa jenis kopi arabica yang sudah dikenal di mancanegara, antara lain Lintong, Mandailing, Sidikalang, Simalungun, Sipirok, Samosir, dan Karo.
Pemilik PT SMTM Maria menjelaskan bahwa guna mendukung produksi kopi Sumut, pihaknya telah membagikan 1 juta benih kepada petani di Kabupaten Dairi. Harapannya dapat memberi semangat kepada para petani sekaligus memacu laju ekspornya.
"Secara produktivitas kopi Sumut sangat bagus, komoditas tersedia untuk diekspor namun kami terkendala masalah kontainer," jelas Maria.
Untuk itu, ia berharap Karantina Pertanian Belawan dapat menjadi jembatan untuk mengkomunikasikannya kepada instansi dan pihak-pihak terkait. Hal ini ditanggapi dengan baik dan segera diagendakan untuk memecahkan permasalahan yang ada.
"Segera saya agendakan sebuah pertemuan lintas instansi dan para pelaku usaha untuk membahas permasalahan ini," kata Yusmanto.
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil mengapresiasi upaya proaktif yang dilakukan Karantina Pertanian Belawan.
"Untuk ekspor, kita perkuat sinergitas. Cari permasalahannya dan dudukan bersama untuk solusinya agar ekspor pertanian tidak bermasalah," pungkas Jamil.
Pelepasan oleh UMKM Terkendala di Pelayaran
UMKM Sumut akan melakukan pelepasan kopi perdana ke Taiwan pada hari ini, 25 Maret 2021. Kopi yang akan diekspor dari daerah Humbang Hasundutan, Dolok Sanggul Sumatera Utara.
Penarikan kontainer dari Humbang Hasunduntan berlangsung tanggal 24 Maret 2021, berkisar 18 ton 20 vit, dengan kontrak 200 ton per tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/dukung-ekspor-kopi-kepala-balai-besar-karantina-pertanian-belawan.jpg)