Dikenal Negeri Surganya Bidadari, Gadis di Negara ini Terpaksa Jadi PSK, Jual Diri Cuma Rp 14 Ribu
para gadis muda di negara itu terpaksa menjadi PSK lantaran Venezuela mengalami krisis keuangan.
TRIBUN-MEDAN.com - Venezuela dikenal dengan surganya bidadari lantaran negara itu memiliki wanita-wanita yang cantik.
Namun, para gadis muda di negara itu terpaksa menjadi PSK lantaran Venezuela mengalami krisis keuangan.
Sedangkan sebagiannya lagi harus mengungsi ke negara tetangga untuk mencari penghasilan tambahan keluarga di kampung halaman.
Seorang wanita dari negara bagian Zulia, Venezuela bernama Luisa Hernández (30) mengaku tak bisa berbuat apa-apa saat negaranya mengalami krisis.
Dilansir Tribunmedan.com dari TribunPekanbaru.com, ibu enam anak ini hanya bisa pasrah melihat anak-anaknya tidur dengan perut kosong.
Baca juga: Mau Sewa PSK Tapi Gak Punya Duit, Pria ini Cekik Ibunya Sampai Mati usai Tak Diberi Pinjaman Uang
“Melihat anak-anak Anda tumbuh tanpa makanan, tanpa apa pun, sungguh tak tertahankan.
“Makan dari tempat sampah untuk bertahan hidup bukanlah kehidupan, jadi kami pergi.
Tapi, sekarang dengan pandemi, kami berada di limbo, kami terjebak di Kolombia , dan lapar lagi. Kami telah beralih dari satu krisis ke krisis lainnya. " kata Luisa.
Dilansir dari The Guardian, keruntuhan total ekonomi Venezuela telah memicu krisis kemanusiaan berskala besar, kompleks, dan kekurangan dana.
Sebuah diperkirakan 4,5 juta rakyat Venezuela telah mengungsi ke negara lain dengan menyusup.
Dan sebagai pengungsi, perempuanlah yang paling rentan terhadap perburuhan dan eksploitasi seksual, perdagangan dan kekerasan.
Wabah Covid-19 memperburuk keadaan.
Para imigran dari Venezuela tak bisa menyusup ke negara tetangga untuk menjajakan diri.
Saya telah mendengar banyak cerita tentang wanita di jalan setapak ini,” kata Luisa.
Penyelundup, pedagang manusia, dan kelompok bersenjata mengenakan biaya sekitar $ 2,50 (£ 1,95) sehingga Anda dapat melintasi perbatasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/psk_20170315_082307.jpg)