Tradisi Macam Apa Ini? Ibu Tega Setrika Payudara Anaknya, Katanya Demi Hindari Risiko Perkosaan
Namanya adalah setrika payudara. Terdengar mengerikan? Mungkin saja. Tapi dengarkan dulu penjelasannya.
Bicara dari soal medis, tentunya prosedur setrika payudara berisiko tinggi.
Selain memicu kanker, metode ini menyebabkan infeksi, kista, dan merusak jaringan payudara.
UK National Committee fot UN Women melaporkan bahwa tradisi setrika payudara ini terus meningkat dari waktu ke waktu.
Pada tahun 2015 silam, diperkirakan ada 3,8 juta wanita di seluruh dunia yang pernah menjalankan setrika payudara secara paksa.
Mulai dari Kameron, Nigeria, Afrika Selatan, dan sejumlah remaja di Inggris pun berisiko menghadapi tradisi mengerikan tersebut.
United Nation Papulation Fund menyebutkan bahwa setrika payudara adalah salah satu dari lima tindak kejahatan dan kekerasan gender.
"Para gadis ini percaya bahwa apa yang diperbuat ibunya adalah suatu hal yang baik dan oleh karena itu mereka diam saja," tulis Cawagido, organisasi yang menolak keras setrika payudara.
"Apakah masuk akal jika kita hidup di mana tubuh wanita yang alami dianggap mengundang kejahatan hanya karena pria tidak bisa mengendalikan hawa nafsu mereka," tulis Leyla Hussein aktivis sekaligus korban FGM (Female Genital Mutilation) atau mutilasi alat vital wanita.
Bagaimana menurut Anda mengenai tradisi setrika payudara?
(*/ tribunmedan.id)
Sumber: Intisari Online
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/4271051062.jpg)