Tradisi Macam Apa Ini? Ibu Tega Setrika Payudara Anaknya, Katanya Demi Hindari Risiko Perkosaan
Namanya adalah setrika payudara. Terdengar mengerikan? Mungkin saja. Tapi dengarkan dulu penjelasannya.
TRIBUN-MEDAN.com - Ada banyak tradisi di seluruh dunia.
Setiap tradisi itu berbeda. Tergantung di mana Anda tinggal.
Namun kali ini, sebuah tradisi yang bikin kita membelakakkan mata. Ya, ibu setrika payudara gadisnya.
Di Afrika, ada sebuah tradisi kuno untuk para gadis remaja setempat ketika mereka menginjak masa puber.
Namanya adalah setrika payudara.
Terdengar mengerikan? Mungkin saja. Tapi dengarkan dulu penjelasannya.
Dilansir dari kompas.com pada Minggu (14/3/2021), tradisi setrika payudara telah menjadi tradisi di beberapa negara di benua Afrika.
Tradisi itu dilakukan dengan satu kepercayaan, bahwa payudara adalah bagian tubuh yang harus dihilangkan.
Payudara dinilai sebagai bagian tubuh yang menonjolkan feminitas dan menarik perhatian pria.
Menghilangkan payudara sama dengan melindungi para gadis remaja dari risiko perkosaan.
Ketika anak gadis tumbuh menjadi remaja, maka sang ibu wajib menyetrika payudara anaknya tersebut.
Mereka menyetrika payudara dengan cara menggosokan batu, bambu, atau besi panas.
Para ibu di kebudayaan Afrika ini berpikir, jika dada anak gadis mereka rata, mereka akan terhindar dari risiko menjadi korban pemerkosaan.
Selain itu, para ibu berpkir, menyetrika payudara merupakan tindakan preventif supaya anak tidak cepat tumbuh dewasa.
Sehingga dapat menempuh pendidikan yang lebih tinggi, ketimbang harus menikah muda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/4271051062.jpg)