News Video

Duduk di Samping Kadinkes, Bobby Nasution: Saya 100 Kali Mohon Maaf ke Tenaga Kesehatan Kota Medan

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution minta maaf ke tenaga kesehatan Kota Medan katena keterlambatan pembayaran insentif

TRIBUN-MEDAN.com - Wali Kota Medan Muhammad Bobby Nasution minta maaf ke tenaga kesehatan Kota Medan karena keterlambatan pembayaran insentif.

Hal ini disampaikan Bobby saat temu pers usai mendapat  Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) dari Ombudsman Sumut.

"Saya mewakili Dinas Kesehatan menyampaikan 100 kali maaf," ucap Bobby Nasution yang duduk bersebelahan dengan Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi.

Seperti diketahui keterlambatan pembayaran insentif nakes terjadi sejak Mei 2020.

Menantu Presiden itu mengatakan dirinya telah menandatangani Perwal mengenai penjabaran insentif tenaga kesehatan agar segera dibayarkan.

Tak hanya itu, ia menegaskan kalau tidak ada pemotongan pajak untuk pembayaran tersebut.

Sejak Jumat 12 Maret 2021 lalu, pembayaran kepada tenaga kesehatan Covid-19 tersebut sudah dilakukan.

Bobby juga memastikan dalam minggu ini pembayaran tunggakan insentif sudah selesai.

"Sudah akan kita bayarkan dari bulan Mei untuk RSUD Pirngadi, Juni Juli Agustus dan September untuk Nakes yang ada di RSUD Pringadi dan puskesmas yang ada di lingkungan Pemko Medan," katanya.

DIHADAPAN Bobby Nasution, Ombudsman Sampaikan 3 Dosa Pemko Medan terkait Pembayaran Insentif Nakes

Kadisnya Tak Becus Bekerja, Menantu Presiden Terpaksa Minta Maaf Kepada Tenaga Kesehatan

Bobby mengakui adanya mal administrasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Medan.

Sehingga terjadi keterlambatan pembayaran kepada para nakes.

"Ini sudah kita lakukan, tapi memang ada sedikit mal administrasi di Dinas Kesehatan, bagaimana pendataan ini masih selalu tidak sinkron, bagaimana nakes yang harusnya menerima insentif dengan nomor rekening yang ada terdaftar di bank sumut. Ini selalu kita minta croscheck bahkan hari jumat lalu tanggal 12 untuk di bulan Mei terkhusus untuk nakes yang ada di RSUD Pirngadi kemarin itu sudah ada pembayaran di pagi hari, dan di sore hari," ucapnya.

Ia juga mengatakan ada sebanyak 28 nama tenaga kesehatan yang ditarik kembali pembayaran insentif nya.

Hal ini karena setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada kesalahan administrasi di mana nomor rekening yang bersangkutan sama dengan seorang nakes lainnya.

"Di malam harinya itu ditarik lagi karena ada 28 nakes yang namanya berbeda tapi ada nomor rekeningnya yang sama. Oleh inisiatif dari dinas kesehatan, seluruh nakes yang ada di Pirngadi pada bulan Mei yang dibayarkan itu ditarik kembali agar tidak terjadi kekisruhan juga karena ada 28 itu ditolak pembayarannya," ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved