TERNYATA Laut China Selatan Bisa Hasilkan Rp 71.957 Triliun Per Tahun, Pantasan China Ngotot

Tindakan klaim sepihak yang dilakukan China atas Laut China Selatan, memang dikecam banyak negara di dunia. 

Editor: AbdiTumanggor
Us Navy
Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kapal pengawalnya bertolak ke Laut China Selatan untuk menjaga perdamaian di kawasan. 

Laut Cina Selatan adalah kawasan yang kaya akan sumber daya alam dengan minyak, gas, dan makanan laut yang melimpah, dan merupakan jalur transportasi barang senilai 5.000 miliar dollar AS (71.957 triliun) per tahun.

TRIBUN-MEDAN.COM - Tindakan klaim sepihak yang dilakukan China atas Laut China Selatan, memang dikecam banyak negara di dunia. 

Pasalnya, wilayah itu masih menjadi sengketa banyak negara seperti Filipina, Vietnam, Malaysia hingga Brunei.

Bahkan, China ngotot 90 persen wilayah Laut China Selatan diklaim oleh mereka.

Dengan percaya dirinya, China langsung mengambil alih wilayah sengketa itu dengan klaim sembilan garis putus-putus miliknya.

Sejak wilayah itu dalam genggaman China ternyata banyak hal mengejutkan terjadi.

Menurut kantor berita India ANInews, yang tayang pada Rabu (10/3/21), mengutip laporan Observer Research Foundation (ORF), ekspansi Laut China Selatan menyebabkan kerusakan ekosistem di laut.

Hal ini akan berdampak pada ketahanan pangan di negara kawasan laut itu, terutama Asia Tenggara.

Laporan ORF yang dilaporkan oleh para ahli Pratnashree Basu dan Aadya Chaturvedi, menganalisis dampak aktivitas Laut China Selatan, terhadap lingkungan ekologis.

Menurut laporan itu, pertambahan China dan pembangunan pulau buatan, pengeboran, ekploitasi minyak dan gas serta penangkapan ikan berlebihan.

Telah mendorong ekosistem di wilayah tersebut dalam tingkat yang rentan, kerusakan serius, yang mengarah pada kerusakan terumbu karang dan kehidupan laut.

Ekosistem laut di Laut Cina Selatan mengalami tekanan karena dianggap sebagai salah satu jalur laut internasional tersibuk di dunia.

Laut China Selatan saat ini menghadapi penangkapan ikan berlebihan China, eksploitasi kerang, kegiatan pengerukan untuk membangun pulau buatan dan eksploitasi minyak dan gas dengan hydrofracking.

Selain itu, kenaikan suhu air laut dan permukaan laut akibat perubahan iklim semakin menyebabkan kerusakan jangka panjang di kawasan ini.

Bagi China, perikanan memainkan peran penting dalam memastikan keamanan pangan bagi populasinya yang terus bertambah.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved