TERNYATA Laut China Selatan Bisa Hasilkan Rp 71.957 Triliun Per Tahun, Pantasan China Ngotot

Tindakan klaim sepihak yang dilakukan China atas Laut China Selatan, memang dikecam banyak negara di dunia. 

Editor: AbdiTumanggor
Us Navy
Kapal induk USS Theodore Roosevelt dan kapal pengawalnya bertolak ke Laut China Selatan untuk menjaga perdamaian di kawasan. 

Setelah terumbu terkubur di bawah berton-ton pasir dan kerikil, ia hampir mati.

Selain itu, fakta bahwa China melakukan eksploitasi migas lepas pantai dengan metode hydraulic shear juga menimbulkan bahaya yang cukup besar bagi lingkungan.

Kegiatan ini melepaskan sejumlah besar cairan, padatan, dan gas ke dalam air, merusak ekosistem dan membahayakan kehidupan laut, lapor ORF.

Survei seismik pendahuluan, instalasi dan pengeboran, produksi hidrokarbon atau pengangkutan minyak dan gas alam juga berdampak pada dasar laut.

Operasi pengeboran melepaskan produk limbah seperti lumpur, puing-puing, dan air limbah ke lautan, serta melepaskan emisi berbahaya.

Laut Cina Selatan adalah kawasan yang kaya akan sumber daya alam dengan minyak, gas, dan makanan laut yang melimpah, dan merupakan jalur transportasi barang senilai 5.000 miliar dollar AS (71.957 triliun) per tahun.

China dengan tegas mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan, termasuk perairan tetangganya di Asia Tenggara, dan setiap tahun memberlakukan larangan penangkapan ikan ilegal hingga dua pertiga dari laut ini.

Xi Jinping dan PLA. dengan tidak adanya penerus yang akan memimpin <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/china' title='China'>China</a>, apakah Xi Jinping akan menjadi presiden <a href='https://tribunmedan.cfd/tag/china' title='China'>China</a> seumur hidup?

Xi Jinping dan PLA. ( Bharat Shakti)

China Ngotot Klaim 90 Persen Wilayah Laut China Selatan hingga Bersengketa dengan Banyak Negara, Rupanya Ada Alasan Ini di Baliknya.

Seorang ahli meyakini bahwa ada tiga alasan mengapa China begitu "gigih" mengklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan.

Perairan ini memotong Brunei Darussalam, Kamboja, China, Indonesia, Malaysia, Filipina, Taiwan, Thailand, Vietnam bahkan Singapura.

China sendiri mengklaim memiliki sekitar 90% wilayah perairan, seluas sekitar 3,5 juta kilometer persegi.

Seorang ilmuwan dari Sasakawa Peace Foundation yang berbasis di Tokyo, Jepang, Bonji Ohara, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa Laut China Selatan adalah kunci keamanan China.

Melansir Anadolu Agency, Ohara mengatakan ada tiga alasan mengapa China getol mengeklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan.

Pertama, Laut China Selatan penting untuk patroli strategis kapal selam rudal balistik nuklir.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved