Kesehatan

ASAM URAT - Penyebab Asam Urat, Faktor Risko dan Pantangan Makanan Wajib Anda Ketahui

Ketahui tentang asam urat. Sering merasa nyeri di daerah persendian? Awas, mungkin ini pertanda Anda menderita asam urat. 

Editor: Salomo Tarigan
shutterstock
Ilustrasi Asam Urat 

Nyeri hebat secara tiba-tiba, terutama pada pangkal ibu jari kaki.
Jaringan sekitar sendi membengkak, merah, dan hangat.

Diagnosis yang biasa diberikan oleh dokter biasanya melalui pengambilan cairan dari sendi yang terkena untuk melihat adanya kristal purin dalam sel darah putih.

Selain itu, dokter juga memeriksa kadar asam urat melalui darah. Pemeriksaan darah juga kadang kurang akurat dikarenakan pada serangan akut, kadar asam seseorang terlihat mendekati kadar normal.

Pengobatan

Serangan akut asam urat dapat ditangani dengan obat-obatan antiradang nonsteroid (NSAIDs) dan obat-obatan lain untuk mencegah asam urat kambuh kembali. Selain itu, beberapa hal berikut dapat membantu Anda.

1. Obat-obatan

Obat-obatan NSAIDs yang mengandung zat ibuprofen, naproksen, merupakan obat pilihan untuk mengatasi penyakit asam urat.

Obat colchicine juga telah digunakan selama berabad-abad untuk mengurangi nyeri dan bengkak pada fase serangan akut.

Tetapi, obat ini menimbulkan gangguan perut dan toksisitas dibanding dengan NSAIDs.

Pilihan obat lainnya adalah kortison, baik dalam bentuk pil maupun suntikan. Setelah itu, dokter akan menyarankan pencegahan agar asam urat tidak kambuh lagi. Biasanya berupa obat yang mengandung allopurinol selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

2. Pengobatan Mandiri

Walaupun dokter tidak menganggap makanan dan minuman sebagai penyebab utama asam urat, tapi tidak ada salahnya jika Anda mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat.

Jika menderita asam urat, batasi alkohol, menjaga pola makan, dan hindari makanan tinggi purin.

Selain itu, penghentian konsumsi obat yang mengandung allopurinol juga dapat memicu bahkan memperparah kondisi penyakit asam urat.

Sebenarnya, jika Anda telah terkena serangan asam urat, biasanya setelah beberapa saat sendi yang terkena akan normal kembali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved