Modus Germo Berburu PSK, Dipacari hingga Ditiduri, 91 Anak dan 195 Jadi Korban, Dijual Rp 500 Ribu

Sejumlah germo yang menjual  ratusan PSK tersebut ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan saat ini sedang dalam penyelidikan

ist/instagram
Ilustrasi PSK - Modus Germo Berburu PSK, Dipacari hingga Ditiduri, 91 Anak dan 195 Jadi Korban, Dijual Rp 500 Ribu 

TRIBUN-MEDAN.com - Dari pacaran, lalu ditiduri hingga dijual jadi modus germo menjadikan wanita sebagai Pekerja Seks Komersial ( PSK).

Fenomena ini muncul di antara  91 PSK belia dan 195 wanita dewasa yang akhirnya jual murah di media sosial.

Sejumlah germo yang menjual  ratusan PSK tersebut ditangkap oleh Polda Metro Jaya dan saat ini sedang dalam penyelidikan

Korban, selanjutnya  diajak menginap di hotel lalu ditiduri.

Dari situlah sejumlah wanita kemudian dijual ke pria hidung belang.

Setelah berpacaran, barulah tersangka menjual korban-korbannya di antaranya anak  di bawah umur.

"(Korban) dibayar dari mulai Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kamis (25/2/2021).

Para tersangka prostitusi onlien dengan mengeksploitasi anak di bawah umur saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021).
Para tersangka prostitusi onlien dengan mengeksploitasi anak di bawah umur saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (25/2/2021). (TRIBUNJAKARTA.COM/Annas Furqon Hakim)

Keseluruhan gadis atau anak di bawah umur yang menjadi korban adalah sebanyak 91 orang.

"Selain itu juga ada 195 orang dewasa yang menjadi korban," ujar Yusri.

Polisi masih mendalami adanya korban-korban lain yang dijual oleh para tersangka.

Ke-15 tersangka kini akhirnya mendekam di Rutan Polda Metro Jaya.

Mereka berinisial WH, AWL, YY, AG, AR, KN, SI, SA, AI, SH, CGA, YF, PK, dan AR.

Para tersangka mencari  korbannya melalui aplikasi media sosial seperti Michat, Facebook, Instagram, Twitter, dan WhatsApp.

Tersangka pun akhirnya berkenalan, memacari korban dan mengajaknya menginap di kamar hotel.

"Modus operandinya adalah dimulai perkenalan melalui media sosial," ucapnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved