China Semakin Merajalela Menguasai Laut China Selatan, Bangun Pulau Kota Terbesar di Dunia, AS Marah
Tampaknya tidak ada ketegangan antara Indonesia dan China di darat, tapi untuk wilayah lautnya Indonesia dan China memiliki satu masalah besar.
TRIBUN-MEDAN.com - Tak terelakkan lagi. Cepat atau lambat Indonesia akan Perang dengan China di Laut China Selatan.
Sebagaimana info terbaru, China ternyata terus membangun pulau di Laut China Selatan. Bahkan dalam laporan US Naval War College, China telah membangun kota terbesar di dunia di Laut China Selatan dengan luas 1.700 kali Kota New York, Amerika Serikat.
Di Pulau Woody sebagian besar dibangun Kota Sansha adalah wilayah laut, termasuk Kepulauan Paracel yang diklaim oleh Vietnam, Taiwan dan Kepulauan Spratly, yang di antaranya diklaim oleh Vietnam, Taiwan, Filipina, Malaysia, dan Brunei.
Baca juga: China Bunyikan Lonceng Peringatan Perang di Laut China Selatan, Amerika dan Sekutunya Siap Siaga
Kalau untuk Indonesia, sengketa di Laut Natuna dengan China yang tak bisa terelakkan.
Ya, Indonesia adalah satu negara yang terus menggemakan jika tidak ada ketegangan antara Tanah Air dan China.
Menurut Felix K. Chang, rekan senior di lembaga penelitian Foreign Policy Research Institute, siapapun pemimpin Indonesia, ungkapan itu selalu dikumandangkan.
Namun kenyataannya tidak semudah itu.
Memang tampaknya tidak ada ketegangan antara Indonesia dan China di darat, tapi untuk wilayah lautnya Indonesia dan China memiliki satu masalah besar.
Hal ini jelas diungkapkan pada Desember 2019 ketika kapal penjaga pantai China mengantar beberapa kapal penangkap ikan China ke perairan Pulau Natuna, Indonesia.
Baca juga: Berani Bangun Pangkalan Militer Dekat Indonesia, AS Geram Ajak Jokowi dan Negara Lain Lawan Tiongkok
Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya melihat situasi terkini Natuna (ist)
Mereka melakukan itu karena perairan Natuna dianggapnya masih bagian dari klaim wilayah laut dari 'sembilan garis putus-putus' yang membuat China mengklaim hampir sebagian wilayah Laut China Selatan, salah satunya Laut Natuna.
Insiden yang terjadi pada Januari lalu mengikuti pola perilaku kapal China di perairan maritim yang dipermasalahkan China dengan Malaysia, Filipina dan Vietnam.
Sadar akan pola itu, Jakarta memanggil dubes China dan mengisukan protes diplomasi formal.
Sementara itu, militer Indonesia mengirimkan 10 kapal angkatan laut dan 4 jet tempur F-16 ke Pulau Natuna.
Presiden Jokowi bahkan terbang ke pulau itu untuk menyurvei situasi yang terjadi.
Pada minggu pertama tahun 2020, kapal pasukan penjaga pantai China dan kapal angkatan laut Indonesia terkunci dalam ketegangan genting, mengingatkan ketegangan serupa antara pasukan China melawan Filipina dan Vietnam 10 tahun yang lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/325967974.jpg)