Berani Bangun Pangkalan Militer Dekat Indonesia, AS Geram Ajak Jokowi dan Negara Lain Lawan Tiongkok

China yang sampai saat ini masih mengklaim wilayah itu menjadi miliknya, bahkan China kembali upaya untuk menambah kemampuan militernya.

Kolase/Tribun Jambi
Jokowi dan Xi Jinping - Berani Bangun Pangkalan Militer Dekat Indonesia, AS Geram Ajak Jokowi dan Negara Lain Lawan Tiongkok 

TRIBUN-MEDAN.com - Panasnya kondisi di Laut China Selatan dengan bermunculannya kapal-kapal perang negara-negara Eropa buat Tiongkok dalam masalah.

Ya, hal itu karena China yang sampai saat ini masih mengklaim wilayah itu menjadi miliknya, bahkan China kembali upaya untuk menambah kemampuan militernya.

Karena alasan itu, banyak negara dengan kekuatan militer kuat seperti AS dan Inggris merapat ke Laut Sengketa itu.

Hal itu dilakukan negara-negara itu untuk mencegah China melakukan kenekatan dengan merebut kawasan tersebut menjadi wilayah mereka.

Baca juga: Penyidik KPK: Penahanan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo Diperpanjang

Baca juga: Aurel Keluhkan Hal Ini Pada Wajahnya Selama Isolasi Mandiri, Padahal Sebulan Lagi Akan Menikah

Baca juga: SOSOK Ini Sebut Nissa Sabyan Dan Ayus Sabyan Sering Jalan Bareng Saat Off Air, Sempat Beri Nasehat

Express.co.uk memberitakan, Laut China Selatan kini telah menjadi pusat perselisihan internasional. Untuk China dan beberapa negara lain di kawasan Pasifik Barat selama beberapa dekade.

Beijing yang mengadopsi sikap semakin konfrontatif untuk mempertahankan klaim kedaulatannya, kali ini memicu ketakutan akan bentrokan internasional dengan negara Eropa.

AS juga memainkan peran penting sebagai sekutu di kawasan tersebut dengan terus menambah kekuatannya di wilayah itu.

Kapal induk nuklir Amerika Serikat USS Ronald Reagan.
Kapal induk nuklir Amerika Serikat USS Ronald Reagan menuju Laut China Selatan (24h.com.vn)

China juga minggu lalu terus menambah kekhawatiran akan pecahnya konflik di Laut China Selatan.

Hal itu terlihat setelah citra satelit menunjukkan senjata buatan Mischief Reef sekarang dilengkapi dengan kemampuan militer tambahan.

Saat ditanya soal kegiatan Beijing baru-baru ini, pakar politik internasional Dr Jay Batongbacal menuturkan kepada ANC, China pada dasarnya menambahkan peralatan lensa survei, seperti radar, yang sejak awal sudah banyak ditanam terumbu karang.

"Penambahan radar baru tampaknya menunjukkan bahwa mereka benar-benar memperluas kemampuan pulau buatan ini," ungkapnya seperti yang dilansir Express.co.uk.

Baca juga: Kumpulan Doa Naik Kendaraan, Bacaan Doa Bepergian Agar Dijaga Allah Selama Perjalanan

Baca juga: Update Covid-19 Sumut: Naik 97, Kasus Tembus 23.755, Pasien Sembuh Bertambah 105 Orang

Baca juga: Daftar Program Sekolah Penggerak, SMPN 1 Medan Target Jadi Contoh Inovasi Pembelajaran

Dia juga menambahkan, "Dan kemudian fakta itu terus berlanjut meskipun semua yang telah terjadi di seluruh dunia, itu benar-benar menunjukkan niat China untuk benar-benar mengembangkan pulau-pulau buatan ini menjadi pangkalan militer besar-besaran."

Salah satu citra satelit menunjukkan struktur silinder permanen sepanjang 16 meter sedang dalam pengembangan di Mischief Reef.

Ini menjadi sinyal bahwa kemungkinan China akan memasang struktur antena di pangkalan militernya.

Analis citra geospasial Simularity melaporkan tanda-tanda struktur radar yang ditambahkan mulai muncul pada sejak awal Oktober 2020.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved