Breaking News

GELAP Mata kalah Bersaing Jadi Kepala Desa, Tega Membunuh Putri Saingannya, Pura-pura Cari Korban

Gagal menjadi kepala desa (kades) membuat Aluizaro Laia (47) gelap mata membunuh putri dari Masarudin Laia, saingannya

Facebook Wahyu Wahyu/YouTube Tribunnews.com
Gelap mata membunuh putri dari Masarudin Laia, saingannya dulu yang kini telah terpilih menjadi Kepala Desa Hiliorudua. (Facebook Wahyu Wahyu/YouTube Tribunnews.com) 

TRIBUN-MEDAN.com - Kekalahan dalam persaingan kepala desar berujung maut.

Aluizaro Laia (47) yakni pelaku melakukan pembunuhan.

Gelap mata membunuh putri dari Masarudin Laia, saingannya dulu yang kini telah terpilih menjadi Kepala Desa Hiliorudua.

"Dikarenakan keponakan tersangka kalah pada saat pemilihan kepala desa tahun 2019 dengan ayah dari korban," tuturnya.

Nikita Mirzani Posting Foto Setengah Telanjang Pakai Celana Dalam Rayakan Instagram, Didukung Netter

Ashanty Tampil Kian Modis dan Seksi dan Dapat Kritik Netizen: Baju Kurang Bahan Mulu

Fotonya Digambar di Belakang Truk dengan Keterangan Begini, Nikita Mirzani Bereaksi

RESMI Menikah, Intip Foto-foto Putri Muslimah Indonesia Nurul Bashirah yang Anggun bak Putri Arab

Terkuak Sosok Perempuan yang Viral lantaran Putar Balik Kendaraan Sembarangan dan Sumpah Serapah

TERNYATA Ini Alasan Kenapa Helikopter Penyerang AS Dibekali Rudal Spike Israel, Sangat Presisi

 Jasad korban PDL (7) ditemukan di dalam karung goni di atas Perbukitan Dusun II Desa Bawaziono Kecamawan Lahusa, Nias Selatan (Nisel) pada Selasa Pagi (9/2/2021).

Pelaku mengakui anaknya ikut menyaksikan detik-detik dirinya menghabisi nyawa PDL.

Olah TKP bocah perempuan 7 tahun yang ditemukan tewas dalam karung di Perbukitan Dusun II Desa Bawaziono Kecamatan Lahusa, Nias Selatan.
Olah TKP bocah perempuan 7 tahun yang ditemukan tewas dalam karung di Perbukitan Dusun II Desa Bawaziono Kecamatan Lahusa, Nias Selatan. (HO/ Tribun Medan)

Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolres Nias Selatan AKBP Arke Furman Ambat.

AKBP Ambat mengatakan, awalnya pelaku sempat ingin merudapaksa korban namun gagal.

"Modusnya mungkin pertama kali mau cabul, cuma enggak kesampaian. Karena dikasih uang 1.000 enggak diterima anak ini, baru dicekiklah anak ini," ungkapnya, saat konferensi, Kamis (11/2/2021).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved