Cerita Istri Gugat Cerai Suami Karena Cemburu Lebih Pilih Rawat Ibu Uzur, Anggap Mertua Pengganggu

Nur Fatihah Azzahra menjelaskan melalui Fanpage Facebook, Selasa (9/2/2021).

Ilustrasi cemburu - Cerita Istri Gugat Cerai Suami Karena Cemburu Lebih Pilih Rawat Ibu Uzur, Anggap Mertua Pengganggu 

TRIBUN-MEDAN.com - Istri gugat cerai karena cemburu suami merawat ibu uzur, anggap mertua sebagai pengganggu rumah tangga.

Seorang pengacara berasal dari Kuala Lumpur, Nur Fatihah Azzahra membagikan momen ketika ia menghadiri pengadilan yang melibatkan suami dan ibu dengan istrinya.

Nur Fatihah Azzahra menjelaskan melalui Fanpage Facebook, Selasa (9/2/2021).

Pengalaman yang melibatkan keluarga yang memilih cerai, karena istri merasa cemburu dan menganggap ibu mertua sebagai pengganggu rumah tangga, telah dibagikan lebih dari seribu kali.

Pengacara ini menerangkan, dalam tempo setahun, seorang istri merasa sakit hati dan diabaikan suami, karena mengurus ibunya yang uzur.

Padahal, ia tinggal serumah dengan ibu dan suaminya, namun karena seusai pulang bekerja, suaminya selalu mengurus ibu, ia merasa diabaikan.

Kasus Skandal Perselingkuhan Trump dengan Stephanie Muncul Lagi setelah Tak Menjabat Presiden AS

Balasan Cemburu F (26), Pak Guru Mesum Bareng Siswinya DF (17), Diselingkuhi, Video Mesum Tersebar

Seorang pengacara berasal dari Kuala Lumpur, Nur Fatihah Azzahra membagikan momen pengadilan yang melibatkan suami dan ibu dengan istrinya.
Seorang pengacara berasal dari Kuala Lumpur, Nur Fatihah Azzahra membagikan momen pengadilan yang melibatkan suami dan ibu dengan istrinya. (Facebook / Nur Fatihah Azzahra)

Ada satu di mahkamah, seorang istri minta cerai karena suaminya menjaga ibu yang sudah uzur.

Suami sebenarnya sudah menyediakan pembantu di rumah, agar istri tidak merasa terbebani dalam mengurus ibu sewaktu-waktu jika pergi bekerja.

Selesai bekerja, suaminya yang mengurus ibu yang uzur tersebut dan dibantu oleh anak sulung mereka, yang berusia 20 tahunan, hal ini diakui oleh istrinya sendiri.

Yang menganggu istrinya adalah ia menganggap suami lebih peduli pada ibunya daripada istri, rasa cemburu, sakit hati dan terabaikan sampai menganggap ibu mertuanya sebagai gangguan rumah tangga.

Si suami anak tunggal.

Pada saat sesi memberikan keterangan, di depan hakim puas istri menuntut suami, bertanya 'tidakkah ingin memberikan ibu pada keluarga lain, atau minta pada panti jompo untuk merawat ibu, nanti setiap hari minggu kita kunjungi bersama.

Mahar Bukan Harga Wanita, Rasulullah SAW: Sebaik-baiknya Perempuan yang Paling Ringan Maskawinnya

Bacaan Niat dan Tata Cara Puasa Rajab, 13 Februari Sudah Bulan Rajab, Jangan Lupa Berpuasa Rajab

Si ibu hanya mampu memggerakkan tangan pada kursi rodanya, kalau tidak ada yang melihat, ibu hanya terbaring sepanjang waktu di tempat tidur.

Istrinya sudah hampir setahun menuntut cerai, pada masa itu pula sudah sangat banyak perundingan dilakukan, berbagai nasehat sampai pada melakukan konseling.

Cuma kali ini, si istri nekad mendaftarkan berkas perceraian karena alasan cemburu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved