INILAH Konglomerat Mesin Uang Militer Myanmar, Pascakudeta Perusahan Bir Jepang Putus Kerja Sama

INILAH Konglomerat Mesin Uang Militer Myanmar, Pascakudeta Perusahan Bir Jepang Putus Kerja Sama

Editor: Tariden Turnip
facebook
INILAH Konglomerat Mesin Uang Militer Myanmar, Pascakudeta Perusahan Bir Jepang Putus Kerja Sama. Militer Myanmar 

Namun Max Myanmar Group mengatakan mereka “dengan tegas menyangkal” deskripsi laporan donasinya.

“Kontribusi Max Myanmar Group semata-mata dan khususnya ditujukan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi masyarakat, dan terhadap inisiatif arahan UEHRD tentang bantuan kemanusiaan dan pemukiman kembali serta pengembangan komunitas lokal yang terkena dampak peristiwa yang tidak menguntungkan…,” bunyi pernyataan yang diposting di Facebook mereka, merujuk pada Union Enterprise yang dipimpin Daw Aung San Suu Kyi untuk Bantuan Kemanusiaan, Permukiman Kembali dan Pembangunan di Rakhine (UEHRD).

CEO kelompok itu, Dr Thaung Han mengatakan kepada The Irrawaddy bahwa meskipun janji awalnya kepada militer untuk donasi pagar, Max Myanmar tidak melakukannya, karena ia ingin lebih fokus pada rekonstruksi dan rehabilitasi masyarakat di Rakhine.

“Jadi, kami tidak memberikan sumbangan untuk pagar perbatasan,” kata CEO. (channelnews asia)

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved