INILAH Konglomerat Mesin Uang Militer Myanmar, Pascakudeta Perusahan Bir Jepang Putus Kerja Sama
INILAH Konglomerat Mesin Uang Militer Myanmar, Pascakudeta Perusahan Bir Jepang Putus Kerja Sama
TRIBUN-MEDAN.COM - INILAH Konglomerat Mesin Uang Militer Myanmar, Pascakudeta Perusahan Bir Jepang Putus Kerja Sama
Perlawanan terhadap kudeta yang dilakukan junta militer Myanmar pimpinan Jenderal Min Aung Hlaing kini merambat ke sektor bisnis.
Produen bir Jepang Kirin yang menguasai 80 persen pasar Myanmar mengambil sikap tegas mengakhiri usaha patungannya dengan konglomerat milik militer di Myanmar, Myanmar Economic Holdings Public Company Limited (MEHL).
"Mengingat keadaan saat ini, kami tidak punya pilihan selain menghentikan kemitraan usaha patungan kami saat ini dengan Myanmar Economic Holdings Public Company Limited, yang menyediakan layanan pengelolaan dana kesejahteraan untuk militer," kata Kirin Holding dalam sebuah pernyataan, Jumat (5 Februari 2021).
Kirin Holding dan Myanmar Economic Holdings Public Company Limited membentuk perusahaan patungan, Myanmar Brewery, yang menguasai 80 persen pasar bir Myanmar.
Kirin Holding mengakuisisi saham mayoritas di Myanmar Brewery pada 2015, bagian dari miliaran dolar investasi asing yang membanjiri negara itu dengan pencabutan sebagian sanksi internasional setelah militer tidak lagi berpolitik praktis dan diberi 25 persen kursi parlemen.
Tahun 2015, partai Aung San Suu Kyi memenangkan pemilihan umum pertama dalam 25 tahun dan memerintah negara berpenduduk 53 juta itu.
Sebelum kudeta 1 Februari 2021, Amnesty International telah meminta Kirin dan perusahaan lain untuk memutuskan hubungan dengan MEHL.
Perusahaan yang berbisnis dengan MEHL dianggap memberi kontribusi pada militer Myanmar melakukan pelanggaran HAM pada etnis minoritas seperti di negara bagian Kachin, Shan dan Rakhine.
Menghadapi tekanan seperti itu, Kirin menyewa penyelidik pihak ketiga untuk menyelidiki bisnis tersebut dan mengatakan pada November pihaknya menghentikan pembayaran dari usaha bir ke MEHL.
Tapi saat itu belum diputuskan bagaimana menyelesaikan masalah ini.
Myanmar menyumbang kurang dari 5 persen dari penjualan bir global Kirin, tetapi itu adalah salah satu dari sedikit pasar bir yang berkembang untuk Kirin karena penjualan di pasar asalnya, Jepang, terus menyusut karena populasi yang menua.
Bernstein Research mengatakan pihaknya menilai saham Kirin dalam usaha patungan tersebut antara US $ 1,4 miliar hingga US $ 1,7 miliar.
"Namun, mengingat iklim politik saat ini di Myanmar dan mitra minoritas, setiap pembeli akan menghadapi risiko reputasi material ... dan Kirin kemungkinan besar harus menerima diskon," kata pialang dalam sebuah catatan yang dikeluarkan awal pekan ini.
"Kami memutuskan untuk berinvestasi di Myanmar pada 2015, percaya bahwa, melalui bisnis kami, kami dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan ekonomi negara saat memasuki periode penting demokratisasi," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/perusahan-bir-jepang-kirin.jpg)