Tiru Suara 12 Eksekutif Hollywood, Pria Indonesia Bergelar Ratu Penipu Hollywood Raup Rp 14 Miliar

Tiru Suara 12 Eksekutif Hollywood, Pria Indonesia Bergelar Ratu Penipu Hollywood Raup Rp 14 Miliar

Editor: Tariden Turnip
facebook
Tiru Suara 12 Eksekutif Hollywood, Pria Indonesia Bergelar Ratu Penipu Hollywood Raup Rp 14 Miliar. Pria Indonesia bernama Hargobind Tahilramani yang dijuluki Ratu Penipu Hollywood 

Kedua nama ini ditemukan melalui pengumuman satu perusahaan Indonesia yang meminta hak serial asing serial berjudul The Black Widow, yang rencananya akan diproduksi oleh dua pria itu.

Decken juga menemukan banyak hal tentang Rudy Sutopo, pengusaha Indonesia yang sempat dipenjara.

Rudy Sutopo tidak dapat dikontak namun mantan istri yang tidak mau disebut namanya menyebutkan bahwa Gobind - nama panggilan Tahilramani - adalah murid Rudy.

Mantan istri Rudy ini juga mengatakan keduanya bertemu di penjara Cipinang, dan Rudy sering melindungi Gobind.

Mantan istri Rudy ini menyebut Gobind saat ini tengah naik daun, tinggal di London dan bekerja untuk HBO, juga sebagai blogger makanan.

"Dia selalu mendengar kabar dia (Gobind). Hampir setiap hari, namun selalu melalui pesan langsung DM (direct message), dari salah satu dari banyak akun media sosialnya," tulis Vanity Fair.

Artis ini menyebut Tahilramani "teman baik namun tidak tahu nama keluarganya".

"Dia juga tidak punya nomor telepon atau email. Mereka sering kontak, namun Gobind yang mengawali. Keanehan ini tak pernah ia curigai, sampai kami memberi tahu dia tentang penipuan," tulis Vanessa Grigoriadis dan Josh Dean.

FBI mencari korban yang diundang ke Indonesia
Sejak Juli tahun lalu, FBI melalui situsnya mengatakan "mencari korban yang mungkin pernah pergi ke Indonesia antara 2013 sampai saat ini untuk mengejar tawaran kerjaan dari individu-individu yang mengklaim sebagai profesional dalam industri hiburan".

"Dalam skema penipuan transnasional yang masih berlangsung dengan sasaran warga AS, para korban dikontak dengan teks, email atau telepon dengan tawaran pekerjaan mewah dalam industri hiburan; para korban sampai saat ini termasuk penulis, artis pengganti, artis rias, jasa keamanan dan fotografer," tulis FBI.

"Para korban diberitahu bahwa pekerjaan mensyaratkan mereka untuk ke Indonesia, biasanya ke Jakarta untuk apa yang disebut mencoba jasa mereka. Begitu tiba di Indonesia, mereka ditemui seorang sopir dan dipaksa memberikan uang dolar Amerika untuk jasa sopir."

"Para korban diminta untuk terus membayar jasa lain dan biaya lain sampai perjalanan selesai atau mereka sadar mereka telah ditipu. Para korban tidak mendapat penggantian biaya perjalanan atau biaya lain saat di Indonesia," tambah FBI lagi.

"Untuk informasi, ini adalah penipuan yang masih berlangsung, dan mereka yang berencana untuk ke Indonesia untuk peluang kerja dalam industri hiburan harus melakukan riset tambahan dan berhati-hati," kata Biro Penyelidik Federal.

FBI - menurut Vanity Fair - tengah bekerja sama dengan kepolisian Inggris, Scotland Yard, untuk mengungkap lebih lanjut tentang penipuan terkait pria yang diduga tinggal di Inggris. (bbc news)

Sumber: bbc
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved