Belasan Crew Film JLS Datangi Kadispora Karo, Pertanyakan Honor dan Pencaplokan Karya
Belasan crew dari film Janji La Surung, berbondong-bondong mendatangi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Karo Robert Peranginangin
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul
TRIBUN-MEDAN.com, BERASTAGI - Belasan orang pekerja seni yang juga merupakan crew dari film Janji La Surung, berbondong-bondong mendatangi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Karo Robert Peranginangin, Senin (30/11/2020).
Amatan www.tribun-medan.com, pertemuan ini dilakukan di depan Hotel Grand Orri, Jalan Orri, Berastagi.
Diketahui, kedatangan mereka ini untuk mempertanyakan tanggung jawab Robert selaku pembina dalam pembuatan film ini dalam hal pembayaran honor crew.
Informasi yang didapat, film ini juga telah selesai diproduksi selama dua tahun yang lalu.
Pada aksi ini, para crew terlihat membawa tulisan-tulisan yang berisikan tuntutan yang mereka inginkan.
Di sana, mereka juga menyampaikan orasinya jika selama dua tahun ini mereka tidak diberikan kejelasan perihal pembayaran yang telah dijanjikan.
Ketua aksi yang juga merupakan tim pembuatan film ini Jeremia Ginting, mengungkapkan pihaknya datang menemui Robert karena kapasitasnya di pembuatan film ini sebagai salah satu pembina.
"Kami ke sini untuk mempertanyakan hak-hak kami kepada bapak Kadis yang merupakan penanggung jawab dalam pembuatan film ini. Terutama honor kru yang belum dibayar karena permasalah keuangan yang belum direalisasikan," ujar Jeremia.
Jeremia mengatakan, selain permasalahan pembayaran honor kru mereka datang ke sana juga karena merasa keberatan atas pencaplokan oleh Dispora Karo pada pembuatan novel Janji La Surung bagian ketiga.
Pasalnya, selain tidak dilibatkan dalam pembuatannya, pada cover novel tersebut juga berisikan potongan film yang telah mereka produksi dan itu merupakan hak cipta yang pemakaiannya harus memiliki persetujuan oleh pemilik karya.
"Dan pada pembagian buku novel yang dilakukan oleh Dispora kita anggap mencaplok hasil karya kita tanpa pemberitahuan oleh kru. Sedangkan hak kita belum dipenuhi, ini sudah dicaplok lagi karya kita," ucapnya.
Ketika ditanya perihal berapa banyak kru yang dilibatkan dalam pembuatan film ini, pria yang mengenakan baju hitam ini mengatakan jika total kru ada kurang lebih sekitar 30 orang.
Ia mengatakan, selain tanggung jawab kepada kru mereka juga memiliki tanggung jawab atas pembayaran biaya produksi selama pembuatan film terutama untuk penyewaan peralatan.
"Pembayaran untuk setiap kru berbeda, namun untuk total mencapai 200 juta rupiah. Selain honor untuk kru, ada juga biaya jasa penyewaan peralatan yang juga belum dibayar," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kru-film-janji-la-surung-demo-di-dispora-karo.jpg)