BEI Lebih Dekat ke Masyarakat, Pasar Modal Jadi Semakin Kuat
Hingga Oktober tahun ini pertumbuhan investor di wilayah kerja BEI Sumut meningkat 145 persen dari target.
Penulis: Septrina Ayu Simanjorang | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
"Nilai transaksi harian kami kini meningkat dua kali lipat. Kami melihat kecenderungan investor lama juga sudah mulai aktif lagi. Bahkan transaksi Jumat lalu sampai Rp 16 triliun. Ini transaksi tertinggi selama pandemi ini, biasanya hanya sekitar Rp 8 triliun," lanjutnya.
Selain itu dengan menyelenggarakan diskusi bersama para analis di media sosial juga menjadi salah satu strategi agar investor aktif kembali.
"Jadi investor ini bisa mendapatkan insight baru dari para analis ini. Jadi sehingga jika ada saran analis yang cocok dengan portofolio mereka ini bisa menjadi saran untuk kembali bertransaksi di bursa," katanya.
Baca juga: BEI Lebih dekat dengan Civitas Akademika, Galeri Investasi ke-16 di Sumut Diresmikan
Galeri Investasi
Bekerja sama dengan Universitas Negeri Medan (Unimed) dan Indo Premier Sekuritas, tahun ini BEI kembali melakukan peresmian Galeri Investasi BEI Unimed.
Peresmian Galeri Investasi Unimed pada 20 Oktober lalu juga dilakukan secara online. Galeri ini menjadi satu-satunya galeri yang diresmikan di Sumatera Utara tahun ini.
"Galeri Investasi ini sudah lama direncanakan. Pandemi itu hanya merupakan kendala waktu karena kita harus mengikuti protokol kesehatan. Keunggulan galeri investasi Unimed ini juga sekaligus laboratorium, jadi berbeda dengan galeri yang lain. Sehingga mahasiswa bisa belajar teori, praktik, dan juga simulasi," kata Wakil Dekan II Bidang Keuangan FE Unimed, Azizul Kholis.
Peresmian Galeri Investasi Unimed membuat genap ada 14 galeri investasi di Sumut dan semua galeri memiliki Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). Selain di Kota Medan, Galeri Investasi ini juga ada di Padang Sidempuan, Tebingtinggi, dan Labuhan Batu.
Meski kebanyakan Galeri Investasi ditempatkan di universitas. Namun tidak menutup kemungkinan juga dibuat di luar kampus seperti instansi, perkantoran, pasar, dan sebagainya. Target Galeri Investasi ini bukan hanya mahasiswa di kampus, namun juga ke masyarakat di luar kampus.
"Dari Galeri Investasi di kampus ini target kita bukan agar mahasiswa ini cepat kaya. Tapi menanamkan ke mereka bagaimana investasi yang benar dan manfaat investasi sejak dini agar mereka paham dulu sambil praktik. Sehingga ketika sudah bekerja dan punya penghasilan, mereka bukan baru mulai belajar tapi sudah merasakan asam manisnya menabung saham," kata Ferdinan.
Pengenalan pasar modal ke luar kampus sudah dilakukan oleh KSPM STIE Bina Karya Tebingtinggi.
Dengan edukasi tentang saham yang terus dilakukan dari sekolah hingga kantor lurah, kini peserta SPM di STIE ini bukan hanya mahasiswa, namun juga penduduk sekitar kampus.
"Sejak edukasi di luar kampus, bukan hanya mahasiswa lagi yang kami bantu menjadi investor, namun ada juga penduduk sekitar. Kurang lebih 10 persen peserta SPM kita merupakan penduduk sekitar kampus," kata Ketua KSPM STIE Bina Karya Tebingtinggi Sheila.
Diakuinya memang tak mudah meyakinkan generasi yang tak muda lagi ini untuk berinvestasi saham. Untuk edukasi publik dimana pesertanya bukan milenial lagi, pihaknya mengundang pihak perwakilan BEI Sumut untuk memberikan edukasi dan merubah mindset calon investor.
Pintor mengatakan untuk tetap meningkatkan jumlah investor, tahun 2021 pihaknya akan melakukan edukasi baik secara online maupun langsung tatap muka ke berbagai kabupaten kota di Sumut. Sehingga lebih banyak calon investor di Sumut yang bisa dijangkau.
"Tahun depan jika pandemi usai dan vaksin ditemukan edukasi pasar modal online tetap dilakukan. Selama ini kami memang sudah ke kabupaten/kota untuk sosialisasi. Nanti kalau pandemi usai sosialisasi ke daerah akan kembali dilakukan," pungkasnya. (sep/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/bursa-eek-medan-kelas.jpg)