Selfie dengan Jenazah Maradona, 3 Pekerja Rumah Duka Akhirnya Dipecat, Sempat Diancam Dibunuh
Tiga pekerja rumah duka yang berfoto dengan jenazah Diego Maradonna akhirnya dipecat, setelah memicu kemarahan banyak penggemar.
Kemarahan netizen juga mengacu pada pose yang anak yang mengacungkan jempol di depan peti mati Maradona.
“Kami bersiap-siap untuk membawa Diego (Maradona), dan putra saya, tipikal anak muda, mengacungkan jempol pada foto yang kami ambil,” kata Fernandez pada radio Argentina, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari SportBible.
“Saya meminta maaf kepada semua orang.”
“Saya pernah bekerja untuk ayah Maradona dan saudara iparnya.”
“Saya sudah dekat dengan Diego saat dia masih hidup.”
“Saya tidak akan pernah tidak menghormatinya saat dia masih hidup karena dia adalah idola saya dan itu bukan niat saya setelah dia meninggal.”
"Saya tahu banyak orang sangat tersinggung dan mengambilnya dengan buruk. Saya tahu itu membuat mereka kesal.”
"Saya meminta mereka semua untuk memaafkan kami,” tambahnya.
Baca juga: Calon Pengantin Lelaki Bunuh Diri jelang Pernikahan padahal Undangan Sudah Disebar Dua Keluarga
Namun pengacara Maradona, Matias Morla, mengaku akan menempuh jalur hukum untuk para pekerja pemakaman yang menyebarkan foto selfienya dengan jasad Maradona.
Melalui twitter pribadinya, Morla memposting foto profil salah satu petugas pemakaman yang diketahui bernama Diego Molina.
Molina adalah petugas pemakaman lain yang juga dipecat karena menyebarkan foto selfienya dengan jasad Maradona.
Ia bahkan memposting dua foto dimana salah satunya adalah saat jasad sang legenda timnas Argentina itu tengah dimandikan.
“Diego Molina adalah orang jahat yang mengambil foto di samping peti mati Diego Maradona,” tulis Morla di akun Twitternya. (sal/tribun-medan/superball)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pekerja-rumah-duka-berfoto-dengan-jenazah-maradona.jpg)