Selfie dengan Jenazah Maradona, 3 Pekerja Rumah Duka Akhirnya Dipecat, Sempat Diancam Dibunuh
Tiga pekerja rumah duka yang berfoto dengan jenazah Diego Maradonna akhirnya dipecat, setelah memicu kemarahan banyak penggemar.
TRIBUN-MEDAN.com - Tiga pekerja rumah duka yang berfoto dengan jenazah Diego Maradonna akhirnya dipecat.
Hal ini terjadi karena mereka memicu kemarahan banyak orang setelah gambar itu menyebar di media sosial.
Dalam salah satu fotonya, seorang pekerja yang dikenal dengan nama Diego Molina bertingkah keterlaluan saat meletakkan tangan kanannya di atas kepala Maradona.
Sementara salah satu tangannya mengacungkan jempol.
Setelah itu, Molina mendapat ancaman pembunuhan dari masyarakat.
Pemilik rumah duka Sepelios Pinier ini membenarkan kepada media setempat bahwa para pekerja telah diberhentikan dari tugasnya.
Maradona meninggal saat tidur Rabu lalu setelah menderita serangan jantung.
Baca juga: DUA Artis Rupawan Bercinta dengan Satu Pria di Ranjang, Ditangkap Polisi saat Melakoni Adegan Panas
Dia menjalani perawatan di rumahnya di Tigre setelah keluar dari rumah sakit pada 11 November setelah operasi untuk menghilangkan gumpalan darah di kepalanya.
Sempat Meminta Maaf
Petugas pemakaman Diego Maradona menerima kecaman setelah memposting foto selfinya bersama jenazah sang legenda sepak bola tersebut.
Dua petugas berbeda mengambil foto ditempat yang sama dan mempostingnya ke media sosial.
Keduanya kemudian dipecat dari pekerjaan mereka karena aksi tidak pantasnya tersebut.
Salah satu petugas bernama Claudio Fernandez yang berfoto bersama anaknya yang berusia 18 tahun, muncul ke publik dan meminta pengampunan.
Fernandez mengakui memiliki kedekatan dengan keluarga Maradona dan mengambil foto sebagai kenang-kenangan terakhir.
Baca juga: Link Live Streaming Southampton Vs Man United, Pembuktian Setan Merah Pertahankan Konsistensi
Ia mengakui bahwa telah melakukan kesalahan dengan memposting foto tersebut ke media sosial.
Kemarahan netizen juga mengacu pada pose yang anak yang mengacungkan jempol di depan peti mati Maradona.
“Kami bersiap-siap untuk membawa Diego (Maradona), dan putra saya, tipikal anak muda, mengacungkan jempol pada foto yang kami ambil,” kata Fernandez pada radio Argentina, sebagaimana dikutip SuperBall.id dari SportBible.
“Saya meminta maaf kepada semua orang.”
“Saya pernah bekerja untuk ayah Maradona dan saudara iparnya.”
“Saya sudah dekat dengan Diego saat dia masih hidup.”
“Saya tidak akan pernah tidak menghormatinya saat dia masih hidup karena dia adalah idola saya dan itu bukan niat saya setelah dia meninggal.”
"Saya tahu banyak orang sangat tersinggung dan mengambilnya dengan buruk. Saya tahu itu membuat mereka kesal.”
"Saya meminta mereka semua untuk memaafkan kami,” tambahnya.
Baca juga: Calon Pengantin Lelaki Bunuh Diri jelang Pernikahan padahal Undangan Sudah Disebar Dua Keluarga
Namun pengacara Maradona, Matias Morla, mengaku akan menempuh jalur hukum untuk para pekerja pemakaman yang menyebarkan foto selfienya dengan jasad Maradona.
Melalui twitter pribadinya, Morla memposting foto profil salah satu petugas pemakaman yang diketahui bernama Diego Molina.
Molina adalah petugas pemakaman lain yang juga dipecat karena menyebarkan foto selfienya dengan jasad Maradona.
Ia bahkan memposting dua foto dimana salah satunya adalah saat jasad sang legenda timnas Argentina itu tengah dimandikan.
“Diego Molina adalah orang jahat yang mengambil foto di samping peti mati Diego Maradona,” tulis Morla di akun Twitternya. (sal/tribun-medan/superball)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pekerja-rumah-duka-berfoto-dengan-jenazah-maradona.jpg)