TRIBUN-MEDAN-WIKI: Mengenal Mamiang Bagas pada Etnis Mandailing
Tradisi angkat rumah secara beramai-ramai di masyarakat etnis Mandailing, dikenal dengan sebutan Mamiang Bagas.
Editor:
Juang Naibaho
TRIBUN MEDAN / HO
Tradisi angkat rumah secara beramai-ramai di masyarakat etnis Mandailing, yang dikenal dengan sebutan Mamiang Bagas.
Namun, seiring waktu tradisi ini sudah tidak sekental pada masa lalu.
Hal ini dikarankan berkembangnya zaman dan modernitas pada struktur bangunan.
Bangunan saat ini tidak lagi terbuat dari kayu, melainkan sudah dari batu dan semen.
Akan tetapi, tradisi ini tidak punah sama sekali. Masih ada ditemui tradisi Mamiang Bagas di perkampungan-perkampungan kecil.
Menurut Serlis Lubis, tradisi Mamiang Bagas ini memiliki filosofi untuk menjaga satu kesatuan dalam bergotong royong.
Nilai gotong royong ini sudah lama ditanamkan para leluhur etnis Mandailing sejak dahulu. Tak lain bertujuan untuk megikat tali persaudaraan yang utuh.
Sumber :
- Serlis Lubis sebagai warga Mandailing Natal yang beretnis Mandailing
(cr22/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/tradisi-angkat-rumah-mamiang-bagas-etnis-mandailing.jpg)