Berita Advertorial
Medan Jadi Gerbang Wisata Medis, Malaysia Healthcare Bawa 19 Rumah Sakit Terkemuka
Tingginya minat masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara, untuk mencari layanan kesehatan terpercaya di luar negeri.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN — Tingginya minat masyarakat Indonesia, khususnya Sumatera Utara, untuk mencari layanan kesehatan terpercaya di luar negeri mendorong Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) kembali hadir di Kota Medan melalui MHX Medan 2026.
Pameran kesehatan ini hadir di Atrium Sun Plaza Medan, 23-26 April 2026. Kehadiran ini menandai kembalinya promosi layanan kesehatan Malaysia ke Medan setelah terakhir digelar pada 2022.
Bagi banyak keluarga di Medan dan sekitarnya, bepergian ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan kini semakin lazim dilakukan.
Seiring berkembangnya sektor kesehatan di Medan, pasien yang membutuhkan pendapat medis kedua kerap mempertimbangkan berobat ke luar negeri untuk memperoleh kepastian diagnosis, dukungan teknologi medis yang lebih canggih, serta akses ke dokter subspesialis di bidang kompleks seperti kardiologi dan onkologi.
Malaysia selama ini konsisten menjadi salah satu tujuan utama pasien Indonesia yang mencari layanan kesehatan cepat dan terpercaya.
Rumah sakit di Malaysia dikenal luas sebagai rujukan untuk second opinion maupun penanganan kasus kompleks, didukung fasilitas berstandar internasional, dokter spesialis berpengalaman, pelayanan berorientasi pasien, biaya kompetitif, serta kedekatan budaya.
Selama bertahun-tahun, tingginya jumlah pasien turut membentuk koridor layanan medis Medan-Penang yang kuat. Koridor ini menghubungkan masyarakat Sumatera Utara dengan berbagai pusat layanan kesehatan unggulan di Malaysia.
Kawasan tersebut melayani lebih dari 15 juta penduduk, dengan Medan sebagai pintu gerbang utama bagi masyarakat sekitarnya yang ingin berobat ke luar negeri.
Kedekatan geografis turut memperkuat hubungan itu. Dengan jarak sekitar 160 kilometer melintasi Selat Malaka, Penang dapat ditempuh dari Medan hanya sekitar 40-45 menit penerbangan.
Saat ini tersedia sekitar 56 penerbangan setiap minggu yang menghubungkan Medan dengan pusat layanan kesehatan di Penang.
Kondisi ini menjadikan Malaysia sebagai salah satu pilihan layanan kesehatan internasional yang dekat dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia.
Tingginya minat pasien Indonesia juga mendorong pertumbuhan wisata medis Malaysia. Sekitar 65 persen total pendapatan wisata medis Malaysia berasal dari pasien Indonesia.
Vice President of Marketing and Communications MHTC, Lokman Izam Abd Aziz, mengatakan hubungan Malaysia dengan masyarakat Sumatera Utara dibangun atas dasar kepercayaan, pengalaman positif, dan hasil perawatan yang konsisten.
“Medan memainkan peranan yang sangat penting sebagai pintu masuk utama pelancongan kesihatan di rantau ini. Pesakit dari Aceh, Padang, dan Pekanbaru sering memilih datang ke Malaysia untuk mendapatkan rawatan yang efisien,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, kepercayaan pasien Indonesia terhadap Malaysia terbukti dari kontribusi 65 persen terhadap total wisata kesehatan negara tersebut. Menurutnya, angka itu bukan sekadar statistik, melainkan bukti keyakinan masyarakat terhadap sistem kesehatan Malaysia.
| Regal Springs Indonesia Gelar Kuliah Umum untuk Mahasiswa USU |
|
|---|
| Bupati Samosir Terima Hibah Aset 37 Miliar Rupiah dari Kementerian PU |
|
|---|
| Marak Aksi Maling Getah dan Narkoba, Komisi A DPRD Sumut Gelar Rapat Dengar Pendapat dengan PT BSRE |
|
|---|
| Halal Bihalal dan Seminar Nasional UNIVA Medan, Dorong Penguatan Karakter Mahasiswa |
|
|---|
| Turnamen Anniversary PXDL di Quantum Sports & Social Club Sukses, Berikut Daftar Juaranya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Vice-President-of-Marketing-and-Communications-MHTC-1.jpg)