Dongkrak Pariwisata, Kemenparekraf Gelar Bimtek Strategi Branding Melalui Media Digital

diharapkan dapat menginspirasi semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam membangun dan mengembangkan daya tarik wisata

TRIBUN MEDAN/NATALIN
Tamu sedang check in di Cambridge Hotel Jalan S Parman, Medan. Menjelang pergantian tahun okupansi hotel di Medan diperkirakan akan meningkat. 

TRI BUN-MEDAN.com, MEDAN - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Branding Melalui Media Digital di Hotel Le Polonia, Senin (23/11/2020).

Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif dalam membangun dan mengembangkan daya tarik wisata di Sumatera Utara khususnya Kota Medan melalui branding di media sosial.

Koordinator Strategi Pemasaran dan Kemitraan, Direktorat Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf Dedi Ahmad Kurnia mengatakan, di masa adaptasi baru ini, branding atau reputasi suatu destinasi, tempat, atau pun produk menjadi semakin penting. Branding ini juga bisa dibangun dengan menunjukkan kesiapan Kota Medan dalam rangka penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Okupansi Hotel di Kawasan Wisata Capai 80 Persen, PHRI: Masih Tamu Lokal

"Karena sekarang yang wisatawan lihat adalah apakah sebuah destinasi sudah menerapkan protokol kesehatan dan bagaimana pemerintah setempat tegas dalam melaksanakan untuk membuat wisatawan lebih yakin datang ke sebuah destinasi," katanya.

Ia mengatakan, pada pandemi Covid-19 pelaku usaha diharapkan untuk tetap optimistis mengembangkan bisnis melalui media digital. Termasuk juga melakukan branding di media sosial.

"Pemasaran secara konvensional harus didukung dengan promosi digital karena memang sebagian besar konsumen telah beralih untuk memanfaatkan media digital dalam mendapatkan informasi," katanya.

Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pada masa pandemi ini semua pengusaha yang bergerak di ekonomi kreatif terdampak karena sangat tergantung dengan pariwisata. Dengan memberikan branding yang bagus akan membuat usaha menjadi bagus kemudian ekonomi kreatif juga akan menjadi bertumbuh.

"Nah, kalau dilihat kondisi ini Kemenparekraf membuat berbagai kegiatan salah satunya adalah branding produknya. Branding yang bagus saat ini adalah melalui digital dengan promosi secara online dan media sosial," katanya.

Dalam pariwisata dan perhotelan, menurut Sofyan saat ini pariwisata sudah mulai bangkit. Wisata lokal juga membludak, hotel di daerah wisata juga penuh.

Dikatakannya, ini adalah kesempatan bagi wisatawan untuk menarik masyarakat yang selama ini pergi ke luar negeri untuk liburan. Karena di masa pandemi ini banyak wisatawan yang datang berwisata di negeri sendiri dan menyadari cantiknya Indonesia.

"Ini harus disikapi oleh pemerintah daerah untuk membranding wisata di daerahnya, bahwa dalam situasi seperti ini mereka bisa menerapkan protokol kesehatan yang baik. Sehingga bisa menjamin turis yang datang merasa aman," katanya.

Ia mengatakan, hal ini juga akan menjadi bahan promosi wisata dari mulut ke mulut.

"Wisatawan lokal kan punya teman di luar negeri, kalau prokesnya baik mereka akan cerita. Ini juga sebagai branding terhadap destinasi wisata. Untuk saat ini Medan punya banyak potensi seperti kuliner, kriya, fasyen, suvenir," pungkasnya.

Dedi mengatakan, citra atau branding bukan hanya merek atau sekadar membuat logo dan tagline yang didukung iklan berbagai media. Meski saat ini pandemi, promosi tetap harus dilakukan.

"Pada saat seperti pandemi ini branding harus tetap kita komunikasikan sehingga produk kita akan tetap berada di tahapan awareness pasar kita. Meski pun wisatawan mancanegara tidak bisa datang dan hadir kembali tapi promosi tetap harus dikomunikasikan," katanya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved