Alat Canggih Bakal Disiagakan di Lokasi Bencana, Gubernur Minta Kepala daerah petakan Wilayah Rawan

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ikut apel gabungan bersama jajaran TNI/Polri di Lapangan KS Tubun Polda Sumut

Editor: Array A Argus
HO
APEL GABUNGABN-Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengecek kesiapan personel gabungan saat apel bersama kesiapan antisipasi bencana di Lapangan KS Tubun Polda Sumut, Senin (9/11). Edy meminta semua kepala daerah memetakan wilayah rawan bencana.(SATIA) 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Kapolda Sumut Irjen Martuani Sormin mengatakan, pihaknya akan menyiagakan alat canggih di lokasi rawan bencana.

Menurut Edy, ada sejumlah wilayah di Sumatera Utara ini yang menjadi perhatian khusus dirinya saat cuaca buruk seperti ini.

Katanya, ada sekitar empat wilayah yang berpotensi longsor dan banjir.

Baca juga: Diterpa Angin Kencang, Tebing di Kawasan Penatapan Longsor dan Timpa Kendaraan Sedang Parkir

"Daerah Kabupaten Toba, Karo, Pakpak Bharat dan daerah tinggi lainnya termasuk juga yang kita antisipasi itu banjir di Labuhanbatu," kata Edy, selepas mengikuti apel bersama kesiapan antisipasi bencana di Lapangan KS Tubun Polda Sumut, Senin (9/11/2020).

Edy mengatakan, melihat kondisi cuaca yang buruk akhir-akhir ini, maka dirasa perlu mendirikan posko bersama di lokasi rawan bencana.

Bagi seluruh kepala daerah, kata Edy, harus bersiap menghadapi segala kemungkinan di masa cuaca buruk seperti sekarang ini.

"Ada tempat-tempat yang harus kita siapkan alat-alat berat, personel dan peralatan.

Bila ada bencana bisa segera diatasi," kata Edy.

Baca juga: Kerap Longsor, Polisi Siapkan Dua Opsi Atur Lalu Lintas Siantar-Parapat

Dalam kesempatan itu, Edy yang mengenakan kemeja putih juga sempat berkeliling di Lapangan KS Tubun.

Kebetulan, di sana telah disiagakan peralatan canggih oleh kepolisian.

Dari amatan Tribun Medan, adapun alat-alat canggih yang bakal ditempatkan di lokasi bencana yakni mobil yang mampu mengubah air tidak layak minum menjadi layak minum.

Kemudian, adapula dapur umum yang bergerak.

Selanjutnya, pendeteksi suara dan alat komunikasi.

Menurut Edy, berbagai alat canggih ini harus dimanfaatkan secara maksimal ketika bencana terjadi.

Baca juga: Setahun Longsor, Jalan Penghubung Kecamatan Kabanjahe ke Simpangempat Belum Diperbaiki

Maka dari itu, kata dia, tiap-tiap kepala daerah juga diminta ikut serta mendata dimana saja wilayah yang dianggap rawan bencana.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved