Setahun Longsor, Jalan Penghubung Kecamatan Kabanjahe ke Simpangempat Belum Diperbaiki

Jika ada pengendara yang tidak tahu dan tidak awas melintas di lokasi tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan timbulnya korban.

TRIBUN MEDAN/M NASRUL
PENGENDARA melintas di Jalan Nangbelawan-Kabanjahe, Kecamatan Kabanjahe, Selasa (13/10/2020). 

TRI BUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Jalan penghubung antara Kecamatan Kabanjahe menuju Kecamatan Simpangempat, sudah beberapa waktu terakhir mengalami longsor.

Menurut informasi yang didapat, ternyata longsor di badan jalan yang berada di Jalan Nangbelawan-Kabanjahe ini, sudah hampir setahun terakhir.

Amatan www.tri bun-medan.com, hingga saat ini memang kondisi titik yang longsor tidak terlalu lebar.

Namun, dikarenakan titik longsoran ini menjadi jalur pembuangan air karena berada di lokasi yang rendah maka dikhawatirkan tanah yang ada di bawa aspal menjadi semakin tergerus.

Terlihat, titik jalan yang longsor ini tepat berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 10 meter, terlebih titik ini bersama di jalan yang menikung.

Sehingga, jika ada pengendara yang tidak tahu dan tidak awas melintas di lokasi tersebut dikhawatirkan akan menyebabkan timbulnya korban.

Informasi yang didapatkan dari warga sekitar I bru Karo, titik jalan yang longsor ini sudah terjadi sejak kurang lebih setahun terakhir. Saat ditanya apakah sudah ada penanganan atau perbaikan dari instansi terkait, dirinya mengatakan belum melihat adanya tanda-tanda jalan tersebut akan diperbaiki.

"Yah sudah lama itu longsornya. Kalau yang saya tau belum ada sepertinya perbaikannya," ujarnya, Selasa (13/10/2020).

Baca juga: Hari Ini BMKG Prediksi Terjadinya Cuaca Buruk, Potensial Akibatkan Banjir dan Tanah Longsor

Di lokasi bibir jalan yang longsor itu, memang belum terlihat adanya tanda-tanda perbaikan bahkan bekas longsoran itu sudah terlihat ditutupi oleh rerumputan liar.

Namun, di lokasi ini terlihat sudah diberikan penanda yang terbuat dari bahan seadanya seperti dipagari menggunakan tali plastik yang dikaitkan ke beberapa batang bambu.

Ketika disinggung mengenai apakah titik tersebut sudah pernah memakan korban, wanita berambut ikal itu mengaku sampai saat ini belum diketahui adanya masyarakat atau pengendara yang menjadi korban.

Sekitar sepekan terakhir dirinya mengungkapkan jika sempat ada seorang pencari barang bekas yang masuk ke jurang yang terdapat longsoran itu.

"Paling seminggu lalu, ada tukang botot masuk ke situ. Pertama dia naik sepeda dari arah Kabanjahe, entah mungkin enggak nampak atau gimana masuk dia ke situ. Tapi syukurnya dia selamat," ungkapnya.

Di tempat serupa, seorang pengendara sepeda motor Rapa Saragih mengaku dirinya cukup khawatir dengan adanya lubang di bibir jalan tersebut.

Dikatakannya, walaupun sampai saat ini kondisi lubang tersebut masih belum terlalu lebar, namun dikhawatirkan nantinya akan menyebabkan hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: 11 Orang Jadi Korban Tanah Longsor di Kota Tarakan Termasuk Bayi Kembar 10 Bulan

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved