Filipina Nekat Eksplorasi Minyak di Laut China Selatan, China Meradang dan Nyatakan Siap Perang

Salah satu negara ASEAN, Filipina mencoba peruntungan dengan mengeksplorasi minyak di Lauit China Selatan.

Editor: AbdiTumanggor
AFP
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan yang berdekatan dengan teluk Filipina. 

Filipina, kata Bautista, "terpengaruh tidak hanya secara militer tetapi juga dalam aspek lain dalam apa yang kami sebut strategi zona abu-abu".

Bautista menggambarkan taktik "zona abu-abu" ini sebagai "periode antara masa damai dan masa perang.

Di mana Anda tidak hanya menggunakan sarana militer tetapi juga ekonomi, informasi dan instrumen kekuatan nasional lainnya.

Oleh karenanya, Bautista kemudian memperingatkan pemerintah Filipina untuk mewaspadai tindakan nonmiliter Tiongkok karena implikasi keamanannya.

"Banyak hal yang terjadi dalam konteks perang zona abu-abu."

"Tidak hanya masuknya warga negara asing, tetapi juga investasi dalam aset strategis dan industri strategis dan sarana ekonomi lainnya."

Filipina harus waspada entang rencana publik-swasta yang tidak menyenangkan oleh sebuah perusahaan China.

Seperti ingin menyewa pulau Fuga di Filipina yang dekat dengan Taiwan.

Pulau Fuga dekat dengan Taiwan, yang telah disumpah untuk diambil alih oleh China.

Kini, pihak Tiongkok semakin meradang hingga "nyatakan" siap perang di kawasan tersebut.

Filipina sebagai negara tetangga Indonesia, sepertinya tidak perduli dengan ancaman Tiongkok tersebut hingga mendekatkan diri ke AS untuk mendapatkan dukungan yang tengah mengadakan pilpres 2020 pada saat ini yang telah dimenangkan oleh pasangan Joe Biden dan Kamalla Harris.(*)

Tautan Artikel FotoKita.Net: Bikin Tiongkok Meradang Hingga Siap Perang, Negara Tetangga Indonesia Ini Nekat Cari Minyak di Laut China Selatan, Amerika Langsung Ulurkan Bantuan

Sumber: Grid.ID
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved