Terima Banpres Produktif, Pelaku UMKM Kini Bisa Berinovasi dan Tambah Stok Bahan Produksi

Target total Banpres Produktif adalah 12 juta penerima manfaat, dan mulai disalurkan sejak 17 Agustus 2020.

TRIBUN MEDAN/HO
PEMILIK usaha bunga Udumbara Florist Puput Julianti Damanik menunjukkan produk yang ia hasilkan. Untuk membantu pelaku usaha mikro agar bertahan di tengah pandemi, pemerintah meluncurkan program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak pada berbagai aspek kehidupan manusia. Satu diantaranya pada aspek ekonomi. Sektor Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) adalah salah satu sektor pada aspek ekonomi yang sangat terdampak. Tak sedikit UMKM yang berhenti berproduksi karena ketiadaan pasar. 

Pemerintah tak tinggal diam. Berbagai bentuk bantuan dalam upaya menangani dampak Covid-19 bagi masyarakat disalurkan. Khusus untuk membantu pelaku usaha mikro agar bertahan di tengah pandemi, pemerintah meluncurkan program Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Melalui program ini pelaku UMKM mendapatkan bantuan Rp 2,4 juta. Target total Banpres Produktif adalah 12 juta penerima manfaat, dan mulai disalurkan sejak 17 Agustus 2020.

Salah satu yang menerima bantuan adalah Abi. Karyawan swasta ini memutuskan membuka usaha sabun saat awal pandemi tahun ini. Ia terpikir untuk membuat usaha karena sudah tak ada sumber pemasukan.

"Pemasukan benar-benar tidak ada. Saya terpikir untuk mencari sumber pemasukan lainnya, jadi buka usaha saja," kata Abi kepada Tribun Medan, Sabtu (7/11/2020).

Usaha sabun dipilihnya karena sabun diperlukan setiap hari oleh masing-masing rumah tangga. Selain itu usaha ini modalnya kecil dan bisa dilakoninya sendiri.

"Berdasarkan pengalaman saya, selama dirumah saja awal pandemi ini kami bisa cuci piring minimal tiga kali sehari karena memang tidak keluar dari rumah. Jadi saya pikir bagus juga kalau buat usaha sabun," katanya.

Abi memproduksi deterjen, sabun cuci piring, pewangi pakaian, dan karbol. Produk ini dibuat dalam kemasan satu liter dan 600 ml. Selain bersih, kelebihan lain dari produknya adalah harganya yang terjangkau.

Produknya dijual dengan sistem agen dan reseller. Agennya tersebar di Kota Medan dari warung hingga ibu rumah tangga yang mencari pemasukan tambahan. Sabun buatannya dipasarkan dengan nama Family Clean.

"Memang banyak kompetitor yang membuat sabun bahkan dengan nama yang lebih besar. Tapi saya percaya diri dengan produk saya. Dengan modal awal sekitar Rp 350 ribu, kami sekarang ber omzet Rp 5 juta perbulan," imbuhnya.

Baca juga: Banpres Rp 2,4 Juta Tetap Cair Meskipun Tempat Usaha Beda dengan Alamat KTP, Ini Syaratnya

Di tengah menjalankan usahanya, ia mendapatkan SMS dari Bank BRI. Abi menjadi salah satu UMKM di Sumatera Utara yang mendapat BPUM Rp 2,4 juta tahap pertama. Menurutnya uang tersebut sangat membantu terutama untuk menambah stok bahan produksi sabun di rumahnya.

"Kami kan titip barang di warung dan juga ada reseller yang datang ke rumah. Jadi uang Rp 2,4 juta itu sangat membantu lah. Uang itu juga yang saya pakai untuk menambah modal bisnis lainnya. Sekarang saya coba usaha lainnya seperti menjual mobil antik dan menjual ikan cupang yang saat ini tengah banyak disukai orang," ujarnya.

Ia mengatakan, tak sulit untuk mendapatkan BPUM. Selama berkas lengkap dan produknya ada, hanya perlu melakukan konfirmasi ke bank saja.

"Saya dapat SMS waktu itu dari BRI. Kami sudah lama jadi nasabah di sana. Setelah dapat SMS saya datang ke BRI, buku tabungan saya dicek, ATM, KTP, lalu diminta foto produk kita. Kemudian diminta juga surat keterangan dari RT/RW setempat yang menyatakan bahwa kami ada usaha UMKM tersebut," katanya.

Setelah registrasi dan berkas masuk, dua minggu kemudian, ia ditelpon pihak bank lalu diminta datang untuk konfirmasi. Kemudian dana Rp 2,4 juta masuk ke rekening Abi.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved