Pilkada Simalungun
Kolaborasi RHS-ZW Bangun Simalungun Tanpa Pamrih, Hingga Pemerintahan yang Sehat
Pasangan calon bupati nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga - Zonny Waldi (RHS-ZW) menjadi tamu acara Ngopi Sore
Penulis: Alija Magribi | Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribun Medan / Alija Magribi
TRIBUN-MEDAN.com, SIMALUNGUN - Pasangan calon bupati nomor urut 1, Radiapoh Hasiholan Sinaga - Zonny Waldi (RHS-ZW) menjadi tamu acara Ngopi Sore dengan Pemimpin Redaksi Tribun Medan, Syarief Dayan, Jumat (6/11/2020).
Dalam bincang santai ini, paslon dengan jargon Rakyat Harus Sejahtera memaparkan visi misi dalam membangun Simalungun.
Kolaborasi pengusaha dan birokrat ini dirasa pas dalam membangun Simalungun.
RHS yang berlatar pengusaha di bidang properti dan pertanian mengatakan bahwa dirinya adalah orang lapangan. Itu ditambah dengan pemahaman politik maupun regulasi dari sosok Zonny Waldi.
RHS menegaskan, dalam perjuangannya membangun Simalungun ia tak akan pamrih dengan apa yang sudah dikeluarkan. Ia mengaku tak akan PHP (pemberi harapan palsu) kepada masyarakat.
"Ini sering ini, kami nggak mau PHP. Masyarakat sudah jenuh. Kalau masih berpikir kami sebagai kepala daerah kalau kami berpikir mengembalikan biaya Pilkada ini, Simalungun tidak akan berubah ini.
Saya ini, kan ekekutor. APBD sudah ketok palu, artinya ini pak Wabuplah yang mengawasi. Saya kan, memang ahli di bidang infrastruktur. Yang pasti prioritas kami infrastruktur," katanya.
"Jadi kan, saya sudah melihat ke desa, saya kira lihat Simalungun butuh sentuhan. Bukan karakter kita menjelekkan orang, tapi bagaimana membangun Simalungun. Kami punya kemampuan untuk membangun Simalungun karena memang, didukung oleh Sumber Daya Alam-nya," tambahnya.
Zonny Waldi sendiri menambahkan, untuk membangun Kabupaten Simalungun dibutuhkan pegawai yang tepat untuk mengisi jabatan yang tepat. Ia pun mengistilahkan 'The right man in the right place'.
Zonny menyampaikan menghadirkan birokrasi bersih adalah tujuan utama agar penyelenggaraan negara, agar visi misi membangun masyarakat sejahtera tercapai.
"Itu akan jadi tujuan kami, yang mana tidak ada beban bagi ASN maupun Non-ASN. Kita akan akan memberikan kepastian kepada pejabat dalam menjalankan fungsinya, bisa tiga tahun atau bahkan selama jabatan kami," ujar Zonny.
RHS-ZW pun menjelaskan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Pada platform ini, ia mengatakan seorang ASN tidak perlu membayar sesuatu untuk jabatannya. Kemudian tidak perlu repot repot menyusun jabatannya karena sudah ada file karirnya sejak awal.
Kemudian dilakukan pembenahan di tingkat kecamatan. Nantinya kantor camat akan mampu menyediakan kebutuhan administrasi kependudukan; KTP ataupun KK. Tidak lagi harus pergi ke Kecamatan Raya (Pusat Pemerintahan Kabupaten Simalungun).
"Simalungun ini luas, kalau dari Kecamatan Ujung Padang sampai 4 jam perjalanan ke Raya. Itu masih dalam perjalanan. Berapa biaya yang harus dikeluarkan. Apalagi belum tahu mati lampu saat mengurus. Kalau bisa lebih cepat kenapa lebih sulit," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/radiapoh-hasiholan-sinaga-dan-zonny-waldi-acara-ngopi-sore.jpg)