Warga Enam Dusun di Kecamatan Tinggi Raja Tidak Bisa Kemana-mana, Rumah Terendam Banjir
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Asahan menyebabkan banjir di Kecamatan Tinggi Raja
TRIBUN-MEDAN.com,KISARAN-Enam dusun yang ada di dua desa Kecamatan Tinggi Raja, Kabupaten Asahan terendam banjir, Rabu (4/11/2020).
Adapun dusun tersebut yakni Dusun X Rawarejo, Desa Terusan Tengah, dan lima dusun lain di Desa Piasa Ulu.
Saat ini, warga yang rumahnya terendam banjir tidak bisa kemana-kemana, karena harus menjaga dan mengevakuasi barang di dalam rumah.
Baca juga: Atasi Banjir Luapan Sungai Deli di Marelan, Akhyar akan Buat Kolam Penampungan dan Pompa Air
"Sejak kemarin malam kan hujan. Jadi pas subuh sekitar jam 05.0) WIB, air naik," kata Sukiyah, warga Dusun X Rawerejo.
Saat itu, lanjut Sukiyah, ketinggian air baru mencapai mata kaki.
Namun, lanjut Sukiyah, menjelang pukul 09.00 WIB, air kembali naik hingga mencapai lutut orang dewasa.
"Kalau hujan lagi, mungkin kami mengungsi lah," kata Sukiyah.
Dia khawatir, intensitas hujan yang cukup tinggi bisa menambah debit air hingga melebihi dada orang dewasa.
Jika ketinggian air sudah mencapai batas tersebut, mau tidak mau masyarakat harus mencari tempat yang lebih aman.
Baca juga: INI IMBAUAN BNPB untuk Masyarakat, Curah Hujan Tinggi Waspadai Bencana Banjir, Pohon Tumbang
"Ya, was-was juga," kata Sukiyah. Senada disampaikan Paidi, warga lainnya.
Dia berharap, pemerintah daerah bisa segera membangun benteng di pinggir Sungai Sianga.
Tujuannya, untuk meminimalisir masuknya luapan air sungai ke permukiman mereka.
"Saya mau sampaikan harapan ke pemerintah supaya mau membangun benteng penahan sungai.
Paling tidak mengurangi debit air masuk ke rumah waga," ujar Paidi.
Dari amatan Tribun Medan, air yang menggenangi rumah warga berwarna kecokelatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seorang-ayah-menggendong-anaknya-untuk-menghindari-banjir-yang-terjadi-di-asahan.jpg)