36 Hari Jelang Pilkada di Sumut

Atasi Banjir Luapan Sungai Deli di Marelan, Akhyar akan Buat Kolam Penampungan dan Pompa Air

Akhyar mengatakan, untuk mengatasi banjir, pihaknya telah merancang program pengentasan banjir di kawasan Medan bagian Utara.

Penulis: Liska Rahayu |
TRIBUN MEDAN/HO
Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution berolahraga sekaligus meninjau benteng sungai Deli di Taman Maharani Jalan Yos Sudarso Medan, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Calon Wali Kota Medan nomor urut satu Akhyar Nasution berkunjung ke Kecamatan Medan Marelan. Di sana, Akhyar melihat lokasi yang menjadi titik-titik banjir.

Akhyar mengatakan, untuk mengatasi banjir, pihaknya telah merancang program pengentasan banjir di kawasan Medan bagian Utara.

Salah satu solusi untuk antisipasi banjir akibat luapan air sungai yakni dengan penerapan pompa dan membangun folder atau kolam penampungan.

"Permukaan daratan di Medan Marelan lebih rendah daripada Sungai Deli, sehingga bila hujan deras datang dan dialirkan ke Sungai Deli, maka yang menjadi backwater atau air sungai masuk ke daratan, dampaknya banjir," jelasnya, Rabu (4/11/2020).

Untuk mengatasi banjir di Medan Marelan khususnya di dekat bantaran Sungai Deli, Akhyar mengatakan, solusi yang bisa dibuat secara teknis adalah memakai pompa dan membangun kolam folder air.

Sehingga air dari daratan dialirkan ke folder dan selanjutnya air dipompa untuk dimasukkan ke Sungai Deli.

"Folder atau kolam-kolam yang dibangun ini nantinya akan dibuat dengan skat-skat pembentengan, sehingga teratur antrian airnya dan dipompa air dari kolam ke Sungai Deli,” katanya.

Lebih lanjut, Akhyar menambahkan, cara kerja folder penampungan yang dimaksudkan sangat sederhana. Di kolam penampungan atau folder nantinya akan disiapkan rumah pompa dan menyiapkan pekerja untuk rutin memompa genangan air yang ada.

"Untuk realisasinya kita akan melakukan kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) sebagai penguasa sungai,” ucapnya.

Dia menyebutkan, untuk konsep pompa dan folder ini berlaku untuk kawasan Marelan dan tidak bisa diterapkan di Medan Labuhan karena memiliki karakteristik yang berbeda.

(yui/TRIBUN-MEDAN.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved