Warga Enam Dusun di Kecamatan Tinggi Raja Tidak Bisa Kemana-mana, Rumah Terendam Banjir
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Asahan menyebabkan banjir di Kecamatan Tinggi Raja
Meski ketinggian air mulai naik, namun sejumlah bocah terlihat asyik berenang di tengah permukiman.
Mereka tidak peduli bahwa banjir ini bisa saja menimbulkan penyakit, seperti gatal-gatal.
Terpisah, Kasubbid Kedaruratan BPBD Asahan Zulfahri Harahap mengatakan, akibat meluapnya air sungai tersebut, sedikitnya 87 unit rumah di Dusun X Rawarejo, Desa Terusan Tengah terendam banjir.
Baca juga: 6 Kecamatan di Langkat Terendam Banjir, Jalan Lintas Antar Provinsi Ambles, Begini Penjelasan BPBD
Menurutnya, banjir ini akibat curah hujan yang begitu tinggi sejak Selasa (3/11/2020) pukul 18.30 WIB hingga Rabu (4/11/2020) pukul 05.00 WIB.
"Air Sungai Sianga meluap, jadi permukiman warga ini ikut terdampak," kata Zulfahri.
Ia mengatakan, rata-rata ketinggian air yang merendam permukiman warga di Dusun X Rawarejo mencapai 1-1,5 meter dari permukaan tanah.
"Rumah warga yang terdampak sebanyak 87 unit yang dihuni 115 kepala keluarga.
Ketinggian air di permukiman warga 20-50 cm," ungkapnya.
Baca juga: Pemandian Air Panas Lubuk Simbolon, Bermula Pengeboran hingga Berubah Suhu Kala Banjir
Ia pun mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada, apabila hujan kembali mengguyur dan volume air kembali naik.
"Sebagai langkah antisipasi bila air terus naik, kami mengimbau warga untuk mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.
Dan kami BPBD siap membantu," tegasnya.
Hingga Rabu siang, banjir masih merendam permukiman warga.
Masyarakat yang rumahnya terdampak banjir ada yang sibuk mengevakuasi barang-barang ke tempat yang lebih aman.
Sebagian lainnya berusaha membuat sekat penahan seadanya di sekitar rumah.(ind)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/seorang-ayah-menggendong-anaknya-untuk-menghindari-banjir-yang-terjadi-di-asahan.jpg)